IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Simpanan Karbon pada Tanah, Biomassa Vegetasi, dan Arthropoda di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.335Mb)
      Fulltext (9.944Mb)
      Lampiran (4.768Mb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Puspadewi, Cindikia Annisa
      Haneda, Noor Farikhah
      Kusmana, Cecep
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peningkatan emisi gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim. Dalam upaya mitigasi, ekosistem mangrove memiliki peran penting karena mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, baik pada vegetasi maupun tanah. Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK) merupakan salah satu kawasan mangrove perkotaan di Jakarta yang masih memiliki fungsi konservasi, tetapi berada di tengah tekanan aktivitas manusia. Kondisi tersebut menyebabkan struktur vegetasi di dalam kawasan menjadi beragam. Selain vegetasi dan tanah, arthropoda juga merupakan bagian dari ekosistem yang berperan dalam proses dekomposisi dan aliran energi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi simpanan karbon pada vegetasi, tanah, dan arthropoda pada berbagai tingkat kerapatan vegetasi di HLAK, serta melihat keterkaitannya dengan kondisi lingkungan dan struktur komunitas arthropoda. Penelitian dilakukan dengan membagi vegetasi mangrove berdasarkan tingkat kerapatan menjadi tiga kelas, yaitu jarang, sedang, dan lebat. Kerapatan vegetasi ditentukan menggunakan pendekatan spasial berdasarkan indeks vegetasi. Pengamatan vegetasi dilakukan pada 25 petak, sedangkan pengambilan contoh tanah dan arthropoda dilakukan pada 6 petak yang mewakili ketiga kelas kerapatan. Contoh tanah diambil pada kedalaman 0–30 cm untuk mengetahui berat isi dan kandungan karbon organik. Arthropoda dikumpulkan menggunakan yellow-pan trap, light trap, dan penangkapan aktif. Biomassa dan simpanan karbon kemudian dihitung menggunakan persamaan alometrik dan pendekatan hubungan panjang tubuh dengan massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah merupakan penyimpan karbon terbesar pada seluruh kelas kerapatan vegetasi. Simpanan karbon tanah mencapai 65,52 ton C/ha pada kerapatan jarang, 51,03 ton C/ha pada kerapatan sedang, dan 48,36 ton C/ha pada kerapatan lebat. Sebaliknya, kontribusi karbon dari vegetasi meningkat seiring dengan bertambahnya kerapatan tajuk. Pada kerapatan jarang, karbon vegetasi hanya menyumbang 1,72% dari total simpanan karbon, sedangkan pada kerapatan lebat meningkat menjadi 29,86%, dengan simpanan karbon vegetasi mencapai 20,59 ton C/ha. Tingginya simpanan karbon vegetasi pada kerapatan lebat terutama didukung oleh dominansi Avicennia marina. Kelimpahan arthropoda juga meningkat seiring dengan bertambahnya kerapatan vegetasi, yaitu dari 236 individu pada kerapatan jarang menjadi 367 individu pada kerapatan sedang dan 683 individu pada kerapatan lebat. Kelompok arthropoda didominasi oleh ordo Diptera. Meskipun jumlah individu meningkat pada vegetasi yang lebih lebat, keanekaragaman arthropoda justru mencapai nilai tertinggi pada kerapatan sedang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kerapatan sedang dapat memberikan kombinasi habitat, sumber daya, dan kondisi lingkungan yang lebih seimbang bagi komunitas arthropoda. Simpanan karbon dalam biomassa arthropoda sendiri sangat kecil, yaitu kurang dari 0,001% dari total simpanan karbon ekosistem. Namun demikian, arthropoda tetap memiliki peran ekologis penting karena terlibat dalam proses dekomposisi, aliran energi, dan dinamika karbon di ekosistem mangrove. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi karbon di HLAK berkaitan erat dengan struktur vegetasi dan kondisi habitat. Tanah menjadi komponen utama penyimpan karbon, sedangkan peningkatan kerapatan vegetasi berperan dalam meningkatkan simpanan karbon pada biomassa vegetasi. Di sisi lain, variasi struktur vegetasi juga memengaruhi komunitas arthropoda. Oleh karena itu, pengelolaan HLAK tidak hanya perlu mempertahankan kerapatan vegetasi yang tinggi, tetapi juga mempertahankan keberagaman struktur habitat agar fungsi penyimpanan karbon dan keanekaragaman hayati dapat berjalan secara bersamaan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179288
      Collections
      • MF - Forestry [1609]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository