| dc.description.abstract | Manajemen persediaan diperlukan untuk menjaga ketersediaan material dengan biaya yang terkendali. Penelitian ini menganalisis persediaan BUMD Kota Bogor menggunakan data arus keluar-masuk barang tahun 2025. Analisis meliputi klasifikasi ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP) deterministik, rasio pemanfaatan persediaan, dan Total Inventory Cost (TIC). Sebanyak 115 jenis barang dikelompokkan menjadi Kategori A sebanyak 25 item (21,74%) dengan kontribusi 97,17% terhadap nilai penggunaan tahunan, Kategori B sebanyak 30 item, dan Kategori C sebanyak 60 item. Nilai EOQ item Kategori A berkisar antara 1 unit dan 425.250 kg, sedangkan ROP berkisar antara 0,18 unit dan 244.048,18 kg. Rasio pemanfaatan persediaan historis rata-rata sebesar 75,21%; indikator ini menggambarkan proporsi persediaan tersedia yang digunakan dan tidak diperlakukan sebagai service rate atau bukti pemenuhan seluruh permintaan. Perbandingan biaya menunjukkan TIC eksisting sebesar Rp4.312.284.383,30 dan TIC model usulan sebesar Rp1.574.901.084,99, sehingga terdapat potensi penghematan Rp2.737.383.298,31 atau 63,48%. Hasil tersebut merupakan estimasi berbasis data historis dan belum merupakan hasil implementasi operasional. Model EOQ–ROP dapat digunakan sebagai dasar uji coba kebijakan persediaan dan pengembangan parameter pada Logistics Inventory System (LIS). | |