Hubungan Tingkat Stres, Emotional Eating, Paparan Media Sosial Konten Makanan dengan Kualitas Diet Remaja MAN 2 Kota Bogor
Abstract
Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan perilaku makan akibat pengaruh psikologis dan lingkungan. Tingkat stres, emotional eating, dan paparan media sosial konten makanan merupakan faktor yang dapat berkaitan dengan kualitas diet. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres, emotional eating, dan paparan media sosial konten makanan dengan kualitas diet pada remaja kelas XI MAN 2 Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 96 siswa kelas XI. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), emotional eating menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire-Emotional Eating (DEBQ-E), paparan media sosial konten makanan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kualitas diet diukur menggunakan Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A) yang dimodifikasi berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Tahun 2014 melalui food recall 2×24 jam. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman, Pearson, dan Chi-square. Sebagian besar subjek mengalami stres sedang (80,2%), tergolong non-emotional eater (55,2%), memiliki paparan media sosial konten makanan rendah (52,1%), dan kualitas diet baik (53,1%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres, emotional eating, dan paparan media sosial konten makanan dengan kualitas diet serta antara tingkat stres dan emotional eating (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara paparan media sosial konten makanan dan emotional eating (p<0,05).
Collections
- UF - Nutrition [33]

