Pendugaan Laju Erosi dan Tingkat Bahaya Erosi menggunakan Metode USLE di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Abstract
Perubahan tutupan hutan akibat aktivitas alih fungsi lahan yang menyisakan permukaan tanah
terbuka rentan memicu degradasi tapak melalui peningkatan laju kehilangan tanah. Penelitian ini
bertujuan menganalisis dan membandingkan prediksi laju erosi metode Universal Soil Loss
Equation (USLE) dengan pengukuran aktual lapangan menggunakan Natural Boundary Erosion
Plot (NBEP) dan metode tongkat di kawasan TNGHS, pada plot Rehabilitasi Hutan dan Lahan
(RHL) serta hutan alam. Hasil penelitian menunjukkan model USLE menghasilkan estimasi erosi
sebesar 2,113.08 ton/ha/tahun pada RHL dan 78,01 ton/ha/tahun pada hutan alam. Pengukuran erosi
aktual metode NBEP mencatat laju erosi sebesar 28,73 ton/ha/tahun di RHL dan 20,09 ton/ha/tahun
di hutan alam. Sementara itu, pengukuran perubahan tinggi tanah metode tongkat menghasilkan
estimasi erosi sebesar 151,29 ton/ha/30 hari (setara penurunan 1,64 cm/30 hari) pada RHL dan
182,40 ton/ha/30 hari (setara penurunan 1,69 cm/30 hari) pada hutan alam. Kecenderungan
overestimate ini dipicu oleh tingginya akumulasi nilai erosivitas hujan (R) serta keterbatasan model
empiris USLE dalam menguantifikasi hambatan fisik mikro di lapangan. Diperlukan penanaman
legume cover crops di RHL serta skema zero-disturbance management di hutan alam untuk
menekan erosi aktual.
Collections
- UF - Silviculture [1536]

