| dc.contributor.advisor | Hendrayanto | |
| dc.contributor.author | SABRINA, NURULIA OKY | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-15T02:19:49Z | |
| dc.date.available | 2026-08-15T02:19:49Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179177 | |
| dc.description.abstract | Erosi tanah merupakan salah satu indikator kerusakan Daerah Aliran Sungai
(DAS) karena dapat memicu sedimentasi dan menurunkan kualitas air serta tanah.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan dan laju erosi di
DAS Cidanau pada tahun 2021 dan 2025, serta mengidentifikasi faktor dominan
yang memengaruhinya. Perubahan penggunaan lahan dianalisis secara spasial
melalui intersect shapefile tahun 2021 dan 2025, sedangkan laju erosi diduga
menggunakan model Universal Soil Loss Equation (USLE) yang diintegrasikan
dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan luas
sawah, hutan, dan badan air menurun, sedangkan permukiman dan semak belukar
meningkat. Rata-rata laju erosi meningkat dari 1,3 mm/tahun (2021) menjadi 1,4
mm/tahun (2025), disertai perluasan kelas bahaya erosi sedang hingga sangat berat,
meskipun DAS masih didominasi kelas bahaya erosi sangat ringan. Peningkatan
laju erosi lebih dipengaruhi oleh erosivitas hujan (R) dibandingkan perubahan
penggunaan lahan (CP). Temuan ini menegaskan pentingnya strategi konservasi
tanah dan air yang mempertimbangkan variabilitas curah hujan, tidak hanya
pengendalian alih fungsi lahan, untuk menjaga fungsi DAS Cidanau. | |
| dc.description.abstract | Soil erosion is one indicator of watershed degradation, as it can trigger
sedimentation and reduce water and soil quality. This study aimed to analyze land
use change and erosion rate in the Cidanau Watershed in 2021 and 2025, and to
identify the dominant factor influencing it. Land use change was analyzed spatially
by intersecting the 2021 and 2025 shapefiles, while erosion rate was estimated using
the Universal Soil Loss Equation (USLE) model integrated with a Geographic
Information System (GIS). Results showed that paddy field, forest, and water body
areas decreased, while settlement and shrubland areas increased. Average erosion
rate rose from 1,3 mm/year (2021) to 1,4 mm/year (2025), accompanied by an
expansion of moderate to very severe erosion hazard classes, although the
watershed remained dominated by the very light hazard class. The increase in
erosion rate was more strongly influenced by rainfall erosivity (R) than by land use
change (CP). These findings confirm the importance of soil and water conservation
strategies that account for rainfall variability, not only land conversion control, to
sustain the function of the Cidanau Watershed. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Erosi Di DAS Cidanau, Provinsi Banten | id |
| dc.title.alternative | Land Use Change and Erosion Analysis in the Cidanau Watershed, Banten Province | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | DAS Cidanau | id |
| dc.subject.keyword | Erosi | id |
| dc.subject.keyword | Penggunaan lahan | id |
| dc.subject.keyword | USLE | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |