Hubungan Uang Saku, Konsumsi Fast Food, dan Aktivitas Fisik dengan Obesitas Sentral Remaja di Kota Bogor
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan uang saku, konsumsi fast food, dan aktivitas fisik dengan obesitas sentral pada siswa SMA di Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 123 siswa kelas X dari tiga SMA Negeri di Kota Bogor yang dipilih dengan cluster random sampling . Data konsumsi fast food dikumpulkan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), dan obesitas sentral diukur berdasarkan rasio lingkar pinggang-panggul. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar subjek memiliki uang saku kategori rendah (37,4%), frekuensi konsumsi fast food kategori sedang (49,6%), aktivitas fisik kategori sedang (52,0%), serta tidak mengalami obesitas sentral (75,6%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan frekuensi konsumsi fast food maupun asupan energi, lemak, gula, dan garam dari fast food (p>0,05). Frekuensi konsumsi fast food, asupan energi, lemak, gula, dan garam dari fast food, serta aktivitas fisik juga tidak berhubungan secara signifikan dengan obesitas sentral (p>0,05). Disimpulkan bahwa uang saku, konsumsi fast food, dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan obesitas sentral pada siswa SMA di Kota Bogor. This study aimed to analyze the association between pocket money, fast food consumption, physical activity, and central obesity among high school students in Bogor City. A cross-sectional study was conducted among 123 tenth-grade students from three public high schools in Bogor City selected using cluster random sampling. Fast food consumption was assessed using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), physical activity using the International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), and central obesity was determined by the waist-to-hip ratio. Data were analyzed using Spearman's correlation test. Most participants had low pocket money (37.4%), moderate fast food consumption (49.6%), moderate physical activity (52.0%), and did not have central obesity (75.6%). The results showed no significant association between pocket money and fast food consumption frequency or energy, fat, sugar, and salt intake from fast food (p>0.05). Fast food consumption frequency, energy, fat, sugar, and salt intake from fast food, and physical activity also were not significantly associated with central obesity (p>0.05). It can be concluded that pocket money, fast food consumption, and physical activity were not associated with central obesity among high school students in Bogor City.
Collections
- UF - Nutrition [33]

