| dc.description.abstract | Coleoptera merupakan ordo serangga terbesar dengan hampir 400.000 spesies teridentifikasi, yang memiliki peran ekologis penting sebagai herbivora, predator, dan dekomposer. Perluasan perkebunan kelapa sawit yang terus berlanjut telah memicu homogenisasi habitat dan penurunan keanekaragaman hayati, sehingga sempadan sungai (riparian zone) kini menjadi koridor ekologis yang sangat penting untuk menjaga heterogenitas lanskap. Mengingat komunitas Coleoptera sangat responsif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di kawasan sempadan sungai pada lanskap kelapa sawit, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons komunitas tersebut terhadap berbagai tipe pengelolaan sempadan sungai di Riau. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan composite trap pada tiga tipe pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit (Perusahaan, Swadaya, dan Plasma) dan sempadan sungai di kawasan hutan yang dipakai sebagai pembanding. Composite trap dipasang pada tiga titik berbeda, yaitu pada jarak pengamatan 5, 25, dan 45 m dari tepi sungai. Sebanyak 13,041 individu Coleoptera yang termasuk dalam 34 famili dan 170 morfospesies berhasil dikumpulkan. Tipe lahan independent memiliki kelimpahan individu tertinggi dengan Xylosandrus sp.01 sebagai morfospesies dominan (67,7%), sedangkan kawasan hutan memiliki kelimpahan terendah namun dengan kurva akumulasi spesies yang masih menanjak. Komposisi komunitas Coleoptera di Perusahaan yang telah direstorasi sangat mirip dengan yang terdapat di hutan, sedangkan kawasan independent dan kawasan plasma menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan hutan, namun sangat mirip satu sama lain. Tipe pengelolaan lahan merupakan faktor utama yang memengaruhi struktur komunitas Coleoptera secara signifikan (F = 3,45; p = 0,001). Sementara itu, faktor tutupan lahan dan suhu hanya memberikan pengaruh minor terhadap komposisi komunitas, serta tidak memengaruhi kelimpahan maupun kekayaan spesies. | |