Show simple item record

dc.contributor.advisorHapsari, Dwi Retno
dc.contributor.advisorMatindas, Krishnarini
dc.contributor.authorAmalia, Lita
dc.date.accessioned2026-08-15T01:16:04Z
dc.date.available2026-08-15T01:16:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179156
dc.description.abstractTransformasi digital mendorong perusahaan mengembangkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga pada penguatan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik penerima manfaat, terpaan media, dan peran pendamping terhadap keberdayaan masyarakat dalam Program Internet Desa Digital PT Tirta Investama di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 penerima manfaat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didukung oleh observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penerima manfaat tidak berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan masyarakat, sedangkan terpaan media dan peran pendamping berpengaruh signifikan, dengan peran pendamping sebagai variabel yang memberikan pengaruh paling besar. Pengujian simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan masyarakat dan mampu menjelaskan 51,3% variasi keberdayaan masyarakat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberdayaan masyarakat lebih dipengaruhi oleh proses komunikasi melalui media dan pendampingan dibandingkan karakteristik awal penerima manfaat. Dominasi responden Generasi Z juga mengindikasikan bahwa manfaat program lebih banyak diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas digital dibandingkan peningkatan pendapatan secara langsung. Penelitian ini memberikan dukungan empiris terhadap penerapan CSR Communication Model dalam konteks program CSR berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi melalui berbagai media yang didukung oleh proses pendampingan berkontribusi dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai tujuan dan manfaat program sehingga mendukung peningkatan keberdayaan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan program CSR berbasis digital tidak hanya ditentukan oleh penyediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga oleh proses komunikasi yang mendorong pembelajaran, partisipasi, dan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam merancang program CSR berbasis digital yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
dc.description.abstractDigital transformation has encouraged companies to develop Corporate Social Responsibility (CSR) programs that focus not only on providing digital infrastructure but also on strengthening communication and community empowerment. This study aims to analyze the effects of beneficiary characteristics, media exposure, and facilitator roles on community empowerment in PT Tirta Investama's Internet Desa Digital Program in Ciherang Pondok Village, Caringin District, Bogor Regency. A quantitative survey approach was employed involving 100 program beneficiaries selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires supported by field observations and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that beneficiary characteristics have no significant effect on community empowerment, whereas media exposure and facilitator roles have significant positive effects, with the facilitator role emerging as the most influential variable. Simultaneous analysis shows that the three independent variables collectively have a significant effect on community empowerment and explain 51.3% of its variance. These findings suggest that community empowerment is influenced more by communication through media and facilitation processes than by the beneficiaries' initial characteristics. The predominance of Generation Z respondents also indicates that the program primarily enhances digital capacity rather than generating immediate income improvement. This study provides empirical support for the application of the CSR Communication Model in the context of digital-based CSR programs. The findings demonstrate that communication through various media, supported by continuous facilitation, contributes to developing beneficiaries' understanding of the program's objectives and benefits, thereby supporting community empowerment. The study further indicates that the success of digital-based CSR programs depends not only on the provision of digital infrastructure but also on communication processes that encourage learning, participation, and sustainable behavioral change. These findings are expected to provide practical insights for companies, governments, and other stakeholders in designing more effective, participatory, and sustainable digital-based CSR programs.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKomunikasi Program CSR Berbasis Digital dan Keberdayaan Masyarakat: Kasus Program Internet Desa Digital PT. Tirta Investamaid
dc.title.alternativeDigital-Based CSR Communication and Community Empowerment: A Case Study of the Internet Desa Digital Program of PT Tirta Investama.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordCSR Communication Modelid
dc.subject.keywordcorporate social responsibility (CSR)id
dc.subject.keywordkeberdayaan masyarakatid
dc.subject.keywordterpaan mediaid
dc.subject.keywordPeran Pendampingid
dc.subject.keywordExternal Stakeholder Communicationid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record