Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayat, Purnama
dc.contributor.advisorAnwar, Ruly
dc.contributor.authorDermawan, Dodik
dc.date.accessioned2026-08-15T01:06:04Z
dc.date.available2026-08-15T01:06:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179142
dc.description.abstractPenggerek ranting kopi (PRK) dari kelompok kumbang ambrosia genus Xylosandrus menjadi hama penting pada tanaman kopi. Hama ini menyerang jaringan ranting yang menyebabkan keringnya ranting dan menurunkan produktivitas tanaman. Hama ini sulit dikendalikan karena sebagian besar siklus hidupnya berlangsung di dalam jaringan tanaman. Informasi mengenai tingkat serangan PRK pada agroforestri kopi arabika dan robusta, serta keterkaitannya dengan komunitas musuh alami, masih terbatas, khususnya di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas dan luas serangan PRK pada agroforestri kopi arabika dan robusta, menganalisis pengaruh tipe agroforestri dan faktor lingkungan terhadap serangan PRK, menganalisis pola serangan pada ranting kopi bergejala, menganalisis komposisi komunitas PRK, musuh alami, dan artropoda lain yang ada di ranting bergejala. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga April 2026 di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dipilih secara purposive sampling 16 petak pengamatan. Pada masing-masing petak diamati 20 pohon contoh, 1–3 ranting bergejala pada setiap pohon dibawa ke laboratorium. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik vegetasi penaung, intensitas dan luas serangan PRK, letak lubang gerekan, diameter ranting terserang, serta komposisi komunitas penggerek dan musuh alami. Identifikasi spesimen dilakukan di laboratorium, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dan inferensial, meliputi uji nonparametrik, analisis komunitas dengan Non-metric Multidimensional Scaling, Permutational Multivariate Analysis of Variance, dan Similarity Percentage (SIMPER). Variasi serangan penggerek ranting kopi di Jawa Barat lebih dipengaruhi oleh perbedaan jenis kopi dibandingkan dengan kompleksitas sistem agroforestri. Meskipun agroforestri kopi kompleks memiliki keanekaragaman pohon penaung yang lebih tinggi daripada agroforestri sederhana, peningkatan kompleksitas vegetasi tersebut tidak diikuti oleh penurunan intensitas maupun luas serangan PRK. Sebaliknya, jenis kopi menunjukkan pengaruh yang lebih kuat terhadap tingkat serangan PRK. Kopi robusta mengalami intensitas dan luas serangan yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kopi arabika. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya variasi tingkat kerentanan antara kedua jenis kopi terhadap serangan PRK. Pada pertanaman robusta, luas serangan berkorelasi positif dengan nilai Normalized Difference Vegetation Index dan suhu rata-rata. Karakteristik serangan memperlihatkan bahwa penggerek memiliki preferensi terhadap bagian internodus, dengan sebagian besar lubang gerekan ditemukan pada jarak lebih dari 20 mm dari nodus. Di sisi lain, posisi lubang gerekan tidak berkorelasi dengan diameter ranting, sehingga diameter bukan merupakan faktor utama yang menentukan lokasi serangan pada ranting kopi. Sebanyak 1.373 individu artropoda yang mewakili 26 morfospesies dari 13 famili berhasil dikoleksi dari ranting bergejala. Analisis komunitas menunjukkan bahwa komposisi artropoda berbeda nyata antara kopi arabika dan robusta, sedangkan tipe agroforestri tidak menyebabkan perubahan komposisi komunitas yang signifikan. Hasil ini memperkuat indikasi bahwa jenis tanaman inang lebih berperan dalam membentuk komunitas artropoda yang berasosiasi dengan ranting terserang dibandingkan dengan kompleksitas vegetasi penaung. Dua spesies penggerek berhasil diidentifikasi, yaitu Xylosandrus compactus dan X. morigerus, dengan X. compactus merupakan spesies yang paling dominan sekaligus penyumbang terbesar terhadap perbedaan struktur komunitas berdasarkan analisis SIMPER. Selain itu, keberadaan Aprostocetus sp. sebagai parasitoid dan Plagiolepis sp. sebagai predator menunjukkan bahwa ranting yang terserang masih menyediakan habitat bagi musuh alami yang berpotensi berkontribusi dalam regulasi alami populasi PRK. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi serangan penggerek ranting kopi pada sistem agroforestri di Jawa Barat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerentanan tanaman terhadap PRK lebih berkaitan dengan karakteristik tanaman inang dan kondisi lingkungan dibandingkan dengan kompleksitas agroforestri. Selain menghasilkan informasi mengenai distribusi dan pola serangan Xylosandrus spp., penelitian ini juga mendokumentasikan komunitas artropoda yang berasosiasi dengan ranting terserang serta mengidentifikasi musuh alami potensial yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan hama. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan dasar ekologis bagi pengembangan strategi pengendalian hama terpadu berbasis ekosistem yang mengintegrasikan karakteristik pertanaman, kondisi lingkungan, serta konservasi musuh alami untuk mendukung keberlanjutan produksi kopi di Indonesia.
dc.description.sponsorshipBadan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSerangan Penggerek Ranting Kopi Xylosandrus spp (Coleoptera: Curculionidae) dan Musuh Alaminya pada Agroforestri Kopi Arabika dan Robusta di Jawa Baratid
dc.title.alternativeCoffee Twig Borer (Coleoptera: Curculionidae) Infestation and Its Natural Enemies in Arabica and Robusta Coffee Agroforestry Systems, West Java
dc.typeTesis
dc.subject.keywordintensitas seranganid
dc.subject.keywordJawa Baratid
dc.subject.keywordkomunitas artropodaid
dc.subject.keywordluas seranganid
dc.subject.keywordXylosandrus compactusid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record