Evaluasi Desain Mini Botanical Garden Berbasis Psycho-Aesthetic
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Yuniarti, Kartika Dwi
Gunawan, Andi
Manningtyas, Rosyi Damayanti Twinsari
Metadata
Show full item recordAbstract
Meningkatnya urbanisasi menyebabkan berkurangnya interaksi masyarakat dengan lingkungan alami sehingga berpotensi menurunkan kesehatan psikologis dan kesejahteraan manusia. Mini botanical garden merupakan salah satu bentuk ruang hijau yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi sehingga berpotensi memberikan manfaat ekologis maupun psikologis bagi penggunanya. Namun, evaluasi desain mini botanical garden berdasarkan persepsi pengguna pada tahap pra-pembangunan (ex-ante) masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat animasi tiga dimensi dari desain Hoya Mini Botanical Garden yang telah disepakati oleh client, menyusun kriteria penilaian psycho-aesthetic melalui in-depth interview dengan pakar kebun raya, serta mengevaluasi desain mini botanical garden berdasarkan persepsi psycho-aesthetic pengguna potensial.
Penelitian dilakukan pada desain Hoya mini botanical garden di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Tahapan penelitian meliputi pembuatan animasi tiga dimensi sebagai media representasi desain, penyusunan instrumen penilaian melalui in-depth interview dengan dua pakar kebun raya, serta evaluasi persepsi menggunakan metode Semantic Differential (SD) dan Scenic Beauty Estimation (SBE) terhadap 61 pengguna potensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi tiga dimensi mampu digunakan sebagai media evaluasi desain pada tahap pra-pembangunan. Wawancara dengan pakar menghasilkan 26 pasangan kata bipolar sebagai kriteria penilaian psycho-aesthetic. Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh vantage point memiliki kualitas visual yang baik dengan persepsi psycho-aesthetic yang cenderung positif. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kualitas visual lanskap berhubungan signifikan dengan atribut mudah diingat, karakter kuat, indah, menarik, variatif, vegetasi beragam, dan aman. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, disusun arahan pengembangan desain yang difokuskan pada penguatan identitas visual, optimalisasi komposisi vegetasi, peningkatan fungsi interpretasi, serta penyempurnaan kenyamanan, keamanan, dan fasilitas pendukung tanpa mengubah konsep dasar mini botanical garden. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan desain mini botanical garden yang lebih responsif terhadap persepsi pengguna serta mendukung fungsi konservasi, edukasi, dan healing. Increasing urbanization has reduced human interaction with natural environments, potentially affecting psychological health and well-being. A mini botanical garden is a type of green open space that integrates conservation, educational, and recreational functions while providing ecological and psychological benefits to its users. However, the evaluation of mini botanical garden designs based on users' perceptions during the pre-construction (ex-ante) stage remains limited. This study aimed to develop a three-dimensional (3D) animation of the Hoya Mini Botanical Garden design approved by the client, formulate psycho-aesthetic evaluation criteria through in-depth interviews with botanical garden experts, and evaluate the design based on the psycho-aesthetic perceptions of potential users.
The study was conducted using the design of the Hoya Mini Botanical Garden located in Leuwiliang District, Bogor Regency. The research consisted of three main stages: developing a 3D animation as the design representation, formulating the evaluation instrument through in-depth interviews with two botanical garden experts, and evaluating users' perceptions using the Semantic Differential (SD) and Scenic Beauty Estimation (SBE) methods involving 61 potential users. The results demonstrated that the 3D animation was effective as a visual representation for evaluating landscape design during the pre-construction stage. The expert interviews produced 26 bipolar adjective pairs representing the psycho-aesthetic evaluation criteria.
The evaluation results indicated that all vantage points possessed positive visual quality and were generally perceived positively by the respondents. Pearson correlation analysis revealed that landscape visual quality was significantly associated with the attributes of memorability, strong character, beauty, attractiveness, visual diversity, vegetation diversity, and safety. Based on these findings, design recommendations were developed focusing on strengthening visual identity, optimizing vegetation composition, enhancing interpretive functions, and improving comfort, safety, and supporting facilities without altering the original concept of the mini botanical garden. The findings of this study are expected to provide a reference for developing mini botanical garden designs that are more responsive to users' perceptions while supporting conservation, educational, and healing functions.
Collections
- MF - Agriculture [4154]

