Analisis Financial Deepening Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Date
2026Author
Vezar, Siti Alfiyyah Noor
Rindayati, Wiwiek
Asmara, Alla
Metadata
Show full item recordAbstract
Financial deepening merupakan salah satu indikator yang mencerminkan
tingkat perkembangan sektor keuangan dalam menghimpun dan menyalurkan
sumber daya keuangan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Dalam beberapa tahun
terakhir, penguatan financial deepening menjadi salah satu fokus pembangunan
ekonomi Indonesia, terutama pada periode pemulihan pascapandemi COVID-19.
Sektor keuangan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi intermediasi,
memperluas akses pembiayaan, serta mendorong investasi dan pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan. Namun, bukti empiris mengenai pengaruh berbagai
dimensi financial deepening, yang meliputi sektor moneter, pasar modal, industri
asuransi, dan keuangan sosial syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
masih menunjukkan hasil yang beragam, khususnya dengan menggunakan data
bulanan yang mampu menangkap dinamika jangka pendek dan jangka panjang.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh financial deepening
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode Januari 2017 hingga Juni
2025.
Penelitian ini menggunakan data runtut waktu bulanan yang bersumber dari
Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
Bursa Efek Indonesia (BEI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Badan
Wakaf Indonesia (BWI). Pertumbuhan ekonomi diproksikan dengan Produk
Domestik Bruto (PDB), sedangkan financial deepening diproksikan menggunakan
rasio jumlah uang beredar (M2/PDB), kapitalisasi pasar saham (SMC/PDB), total
aset asuransi (TIA/PDB), dan dana ZISWAF (ZISWAF/PDB). Analisis dilakukan
menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan Error
Correction Model (ECM) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan
jangka panjang setelah melalui pengujian stasioneritas, pemilihan lag optimum, uji
kointegrasi, dan uji diagnostik model.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan keseimbangan jangka
panjang (cointegration) antara financial deepening dan pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Dalam jangka panjang, kapitalisasi pasar, jumlah uang beredar, dan dana
ZISWAF berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan total aset
asuransi berpengaruh negatif. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan
aset industri asuransi belum sepenuhnya diikuti oleh penyaluran dana yang optimal
ke sektor-sektor produktif. Sementara itu, dalam jangka pendek, aset asuransi
memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan
perannya dalam mendukung likuiditas dan intermediasi keuangan. Nilai Error
Correction Term (ECT) yang negatif dan signifikan mengonfirmasi adanya
mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang serta menunjukkan
bahwa model yang dihasilkan bersifat stabil. Dengan demikian, penguatan financial
deepening tidak hanya perlu difokuskan pada peningkatan ukuran sektor keuangan,
tetapi juga pada peningkatan kualitas intermediasi, pengembangan pasar modal,
optimalisasi pengelolaan aset industri asuransi, serta pemanfaatan dana ZISWAF
secara produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif
dan berkelanjutan. Financial deepening reflects the development of the financial sector in mobilizing and
allocating financial resources to productive economic activities, thereby supporting
sustainable economic growth. In Indonesia, strengthening financial deepening has become
increasingly important in the post-pandemic recovery period, as the financial system is
expected to enhance investment, improve financial inclusion, and stimulate economic
productivity. However, empirical evidence regarding the long-run and short-run impacts
of different dimensions of financial deepening—including the banking sector, capital
market, insurance industry, and Islamic social finance—remains limited and inconclusive,
particularly using high-frequency data. Therefore, this study aims to examine the effects of
financial deepening on Indonesia's economic growth by incorporating monetary, capital
market, insurance, and Islamic social finance indicators over the period January 2017 to
June 2025.
This study employs monthly time-series data obtained from Statistics Indonesia (BPS),
Bank Indonesia (BI), the Financial Services Authority (OJK), the Indonesia Stock
Exchange (IDX), the National Amil Zakat Agency (BAZNAS), and the Indonesian Waqf
Board (BWI). Economic growth is represented by Gross Domestic Product (GDP), while
financial deepening is proxied by the money supply (M2/GDP), stock market capitalization
(SMC/GDP), total insurance assets (TIA/GDP), and Islamic social funds (ZISWAF/GDP).
The Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model and Error Correction Model (ECM)
are employed to estimate both long-run and short-run relationships after conducting
stationarity, lag selection, cointegration, and diagnostic tests.
The results confirm the existence of a long-run equilibrium relationship between financial
deepening and economic growth in Indonesia. In the long run, stock market capitalization,
money supply, and ZISWAF positively contribute to economic growth, while total
insurance assets exhibit a negative effect, indicating that the accumulation of insurance
assets has not been optimally transformed into productive investment. In the short run,
however, insurance assets show a positive impact on economic growth, suggesting their
role in supporting short-term financial intermediation and liquidity. Furthermore, the Error
Correction Term (ECT) is negative and statistically significant, confirming a stable
adjustment mechanism toward long-run equilibrium. Overall, the findings suggest that
strengthening financial deepening should not only focus on expanding the size of the
financial sector but also on improving the efficiency of financial intermediation, promoting
capital market development, optimizing insurance fund allocation, and enhancing the
productive utilization of Islamic social finance to support sustainable and inclusive
economic growth in Indonesia.
Collections
- MF - Economic and Management [3351]

