Evolusi Mesoscale Convective System (MCS) dan Pengaruhnya terhadap Intensitas Hujan pada Kejadian Banjir di DAS Citarum
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Haswan, Leni Jantika
Taufik, Muh.
June, Tania
Nuryanto, Danang Eko
Metadata
Show full item recordAbstract
Cuaca ekstrem yang berkaitan dengan sistem konvektif masih menjadi tantangan dalam operasional prakiraan cuaca. Mesoscale convective system (MCS) merupakan sistem konvektif yang mampu menghasilkan hujan lebat dengan cakupan luas dan durasi relatif panjang sehingga dapat meningkatkan risiko banjir. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum termasuk wilayah yang sering mengalami banjir terutama pada musim hujan. Namun, evolusi siklus hidup MCS dan keterkaitannya dengan respons curah hujan permukaan pada skala lokal DAS masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik spasial-temporal evolusi MCS pada kejadian banjir signifikan serta menganalisis keterkaitan fase siklus hidup MCS dengan respons curah hujan permukaan di DAS Citarum. Penelitian menggunakan pendekatan berbasis kejadian terhadap 45 kejadian banjir selama Desember–Februari periode 2019–2023. MCS diidentifikasi dan dilacak menggunakan algoritma Python Flexible Tracker (PyFLEXTRKR) berdasarkan suhu kecerahan puncak awan satelit geostasioner dan Precipitation Feature GPM IMERG. Analisis menggunakan data curah hujan dari 39 stasiun BMKG dan data reanalisis ERA5 untuk mengkaji kondisi atmosfer sebelum pembentukan MCS. Hasil penelitian mengidentifikasi 75 MCS yang berkaitan secara spasial dan temporal dengan kejadian banjir. Sebagian besar MCS terbentuk di luar DAS Citarum, kemudian berpropagasi melintasi atau mendekati wilayah DAS. Perkembangan MCS mencapai kondisi maksimum pada fase mature, yang ditunjukkan oleh luas Cold Cloud System yang secara signifikan lebih besar dibandingkan fase genesis dan dissipation. Pembentukan MCS didukung oleh ketidakstabilan atmosfer, kandungan uap air yang tinggi, serta transport dan konvergensi uap air di lapisan bawah. Sebanyak 54 MCS dengan siklus hidup lengkap menghasilkan 108 observasi berbasis fase. Curah hujan maksimum, rata-rata, dan akumulasi berbeda nyata antar fase MCS, terutama antara fase mature dan dissipation. Fase mature memiliki median curah hujan maksimum dan akumulasi tertinggi, sedangkan fase genesis memiliki median curah hujan rata-rata tertinggi. Hasil penelitian memperkuat pemahaman tentang hubungan evolusi MCS dan respons hujan pada kejadian banjir di DAS Citarum. Informasi fase MCS berpotensi digunakan sebagai informasi pendukung dalam tahap awal peringatan dini cuaca yang dapat berdampak banjir

