| dc.description.abstract | Agro Edu-Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja di Kota Bogor merupakan kawasan wisata berbasis pertanian organik yang memanfaatkan lanskap persawahan sebagai daya tarik utama. Pengembangan kawasan ini memberikan manfaat bagi pelestarian pertanian, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Namun, pengelolaan kawasan masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum optimalnya penguatan karakter lanskap, keterbatasan fasilitas wisata, serta perlunya strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara fungsi pertanian, wisata, dan pelestarian lanskap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter lanskap AEWO Mulyaharja, menganalisis persepsi dan preferensi pengunjung, serta menyusun strategi pengelolaan lanskap wisata pertanian yang berkelanjutan.
Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025-Maret 2026 di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan dengan fokus area penelitian di AEWO Mulyaharja, Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, studi pustaka, dokumentasi, kuesioner terhadap 50 pengunjung dengan teknik accidental sampling, serta wawancara mendalam dengan pengelola AEWO, Kelompok Tani Dewasa (KTD), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelaku UMKM. Analisis karakter lanskap dilakukan menggunakan Landscape Character Assessment (LCA), sedangkan strategi pengelolaan disusun menggunakan pendekatan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa AEWO Mulyaharja memiliki karakter lanskap yang didominasi oleh persawahan organik yang didukung kebun campuran, vegetasi pekarangan, sistem irigasi, serta aktivitas pertanian dan budaya masyarakat. Pengunjung memberikan persepsi positif terhadap keindahan lanskap dan suasana alami kawasan, namun masih mengharapkan peningkatan fasilitas, kenyamanan, dan variasi aktivitas wisata. Hasil analisis SWOT menunjukkan nilai Internal Factors Evaluation (IFE) sebesar 3,22 dan External Factors Evaluation (EFE) sebesar 2,79, sehingga kawasan berada pada Kuadran IV Matriks Internal-Eksternal (IE) yang mengindikasikan strategi grow and build. Strategi prioritas yang dihasilkan meliputi penguatan karakter lanskap pertanian, peningkatan kualitas fasilitas wisata, pengembangan aktivitas edukasi berbasis pertanian dan budaya lokal, penguatan promosi, serta peningkatan kolaborasi antar stakeholders.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan lanskap Agro Eduwisata Organik (AEWO) Mulyaharja didukung oleh karakter lanskap pertanian organik yang menjadi identitas utama kawasan, namun masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, aktivitas wisata, aksesibilitas, serta ketergantungan terhadap kondisi musim tanam. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh strategi pengelolaan lanskap yang berfokus pada penguatan identitas agroeduwisata berbasis pertanian organik, peningkatan kualitas fasilitas dan aktivitas wisata, pengembangan fungsi edukasi dan budaya lokal, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Rekomendasi yang dihasilkan berupa kalender tanam beserta rekomendasi aktivitas, serta peta jejaring wisata Bogor yang dapat menjadi dasar untuk penyusunan paket wisata. Strategi dan rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam mewujudkan pengelolaan kawasan Agro Eduwisata Organik (AEWO) Mulyaharja yang berkelanjutan. | |