Estimasi Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Overweight dan Obesitas Remaja di Indonesia
Date
2026Author
Mufidati, Fuaidiyati Azka
Martianto, Drajat
Mauludyani, Anna Vipta Resti
Metadata
Show full item recordAbstract
Overweight dan obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia dan berpotensi menimbulkan
dampak jangka panjang terhadap kesehatan dewasa serta produktivitas ekonomi
nasional. Status gizi lebih pada masa remaja cenderung menetap hingga dewasa dan
meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Kondisi ini menimbulkan beban
ekonomi melalui peningkatan biaya pelayanan kesehatan dan kehilangan
produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan mengestimasi potensi kerugian
ekonomi akibat overweight dan obesitas pada remaja usia 13–18 tahun di Indonesia
tahun 2023 menggunakan pendekatan Cost of Illness (COI) berbasis prevalensi.
Jumlah remaja yang diprediksi tetap mengalami overweight atau obesitas saat
dewasa dihitung menggunakan faktor koreksi, sedangkan proporsi komorbiditas
yang dapat diatribusikan pada status gizi lebih dihitung menggunakan Population
Attributable Fraction (PAF). Kehilangan produktivitas diestimasi menggunakan
Human Capital Approach (HCA). Hasil menunjukkan bahwa sekitar 2,58 juta
remaja diprediksi mempertahankan status gizi lebih hingga dewasa. Potensi biaya
perawatan kesehatan mencapai Rp15,31 triliun, terutama berasal dari pelayanan
rawat inap, dengan diabetes melitus tipe 2 sebagai penyumbang terbesar.
Kehilangan produktivitas akibat ketidakhadiran kerja diperkirakan sebesar
Rp946,83 miliar. Total potensi kerugian ekonomi mencapai Rp16,25 triliun atau
sekitar 0,07% Produk Domestik Bruto Indonesia tahun 2023. Temuan ini
menegaskan pentingnya intervensi pencegahan sejak remaja untuk mengurangi
beban ekonomi di masa depan. Overweight and obesity among Indonesian adolescents are emerging public
health concerns with long-term health and economic implications. Excess
nutritional status during adolescence tends to persist into adulthood and increases
the risk of non-communicable diseases (NCDs), generating economic burdens
through healthcare expenditures and productivity losses. This study aimed to
estimate the potential economic losses attributable to overweight and obesity
among Indonesian adolescents aged 13–18 years in 2023. A prevalence-based Cost
of Illness (COI) approach was applied using national secondary data. The number
of adolescents predicted to remain overweight or obese in adulthood was estimated
using correction factors, while Population Attributable Fraction (PAF) estimate
comorbidities attributable to excess weight. Productivity losses were assessed using
the Human Capital Approach (HCA). Approximately 2.58 million adolescents are
expected to maintain excess nutritional status into adulthood, comprising 2.01
million overweight and 575 thousand obese individuals. Potential healthcare
expenditures reached IDR 15.31 trillion, with inpatient care and type 2 diabetes
mellitus contributing the largest shares. Productivity losses due to absenteeism were
estimated at IDR 946.83 billion. Total potential economic losses amounted to IDR
16.25 trillion, equivalent to 0.07% of Indonesia’s 2023 GDP. These findings
highlight the substantial economic burden and urgency of early prevention.
Collections
- UF - Nutrition [33]

