Show simple item record

dc.contributor.advisorWidiatmaka
dc.contributor.advisorBaskoro, Dwi Putro Tejo
dc.contributor.authorSafiun
dc.date.accessioned2026-08-14T08:03:56Z
dc.date.available2026-08-14T08:03:56Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179031
dc.description.abstractSAFIUN. Evaluasi Kerusakan Tanah Akibat Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Konawe Utara. Dibimbing oleh WIDIATMAKA dan DWI PUTRO TEJO BASKORO. Perubahan penggunaan lahan yang dipicu oleh dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan wilayah berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan, khususnya kerusakan tanah. Kabupaten Konawe Utara merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan pesat sejak pemekaran pada tahun 2007, ditandai dengan meningkatnya aktivitas pertanian, perkebunan, pertambangan, dan permukiman. Perubahan tersebut mendorong terjadinya konversi penggunaan lahan yang berpotensi menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerusakan tanah akibat perubahan penggunaan lahan melalui analisis perubahan penggunaan lahan tahun 2003, 2013, dan 2023, memprediksi penggunaan lahan tahun 2033, serta mengevaluasi hubungan spasial antara perubahan penggunaan lahan dan kerusakan tanah di Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan pendekatan penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan machine learning. Klasifikasi penggunaan lahan dilakukan menggunakan citra Landsat multi-temporal dengan algoritma Support Vector Machine (SVM), sedangkan prediksi penggunaan lahan tahun 2033 dilakukan menggunakan model Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) melalui plugin MOLUSCE pada QGIS. Evaluasi kerusakan tanah dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 melalui analisis spasial, survei lapangan, dan analisis laboratorium terhadap parameter ketebalan solum, kebatuan permukaan, tekstur tanah, berat volume, porositas, permeabilitas, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup besar selama periode 2003–2023. Luas hutan menurun dari 451.821,4 ha menjadi 421.032,7 ha, sedangkan luas perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) meningkat dari 3.413,0 ha menjadi 24.986,4 ha. Hasil prediksi tahun 2033 menunjukkan bahwa luas hutan diperkirakan kembali menurun menjadi 413.732,1 ha, sedangkan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) meningkat menjadi 29.736,3 ha dan lahan pertambangan menjadi 16.459,8 ha, yang mengindikasikan masih berlanjutnya tekanan terhadap sumber daya lahan. Evaluasi kerusakan tanah menunjukkan bahwa penggunaan lahan hutan termasuk kategori tidak rusak, sedangkan sawah, kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), dan semak termasuk kategori rusak ringan, sementara kebun campuran termasuk kategori rusak sedang. Hubungan spasial menunjukkan bahwa penggunaan lahan dengan tingkat pemanfaatan yang lebih intensif memiliki kecenderungan tingkat kerusakan tanah yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan yang masih didominasi vegetasi alami. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah sebagai dasar dalam perencanaan penggunaan lahan, konservasi tanah, dan pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan di Kabupaten Konawe Utara.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Kerusakan Tanah Akibat Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Konawe Utaraid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordPerubahan penggunaan lahanid
dc.subject.keywordkerusakan tanahid
dc.subject.keywordCA-ANNid
dc.subject.keywordSVMid
dc.subject.keywordKonawe Utaraid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record