Show simple item record

dc.contributor.advisorUtami, Anisa Dwi
dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.authorSari, Devi Nurika
dc.date.accessioned2026-08-14T08:03:19Z
dc.date.available2026-08-14T08:03:19Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179024
dc.description.abstractProduksi beras di Indonesia terkonsentrasi pada beberapa provinsi sentra produksi padi sehingga hal ini mendorong terjadinya perdagangan beras antarprovinsi untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang mengalami defisit pasokan beras. Perbedaan kondisi geografis, biaya transportasi, dan sistem logistik menyebabkan mekanisme penyesuaian harga antarwilayah berbeda pada setiap pasangan provinsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi dan transmisi harga spasial beras antara Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta sebagai provinsi sentra produksi maupun distributor beras dengan provinsi mitra perdagangannya menggunakan pendekatan Vector Autoregressive (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM). Analisis dilakukan terhadap 75 pasangan provinsi berdasarkan data harga beras bulanan tingkat pedagang besar periode Januari 2019–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi harga spasial beras di Indonesia belum terbentuk pada seluruh pasangan provinsi yang dianalisis. Dari 75 pasangan provinsi, sebanyak 35 pasangan memiliki hubungan kointegrasi jangka panjang sehingga dianalisis menggunakan VECM, sedangkan 40 pasangan lainnya dianalisis menggunakan VAR. Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat integrasi dan transmisi harga paling kuat dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Sementara itu, transmisi harga jangka pendek didominasi oleh hubungan satu arah, yang menunjukkan bahwa mekanisme penyesuaian harga antarwilayah berbeda pada masing-masing provinsi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa stabilitas harga beras tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh keterhubungan antarwilayah dalam sistem distribusi beras nasional. Oleh karena itu, dalam perumusan kebijakan stabilisasi harga beras perlu memperhatikan penguatan konektivitas distribusi antarwilayah, karakteristik integrasi dan transmisi harga pada masing-masing wilayah, serta peran strategis provinsi yang memiliki keterkaitan harga lebih luas dalam jaringan distribusi beras nasional guna mendukung stabilitas harga beras dan ketahanan pangan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIntegrasi dan Transmisi Harga Spasial Beras di Indonesiaid
dc.title.alternativeSpatial Price Integration and Price Transmission of Rice in Indonesia
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBerasid
dc.subject.keywordketahanan panganid
dc.subject.keywordVARid
dc.subject.keywordVECMid
dc.subject.keywordintegrasi harga spasialid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record