IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dinamika, Nilai Ambang Batas dan Determinan Risiko Pembiayaan Perbankan Syariah Di Indonesia.

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (861.6Kb)
      Fulltext (1.947Mb)
      Lampiran (474.5Kb)
      Date
      2026
      Author
      Rakhmat, Adrianna Syariefur
      Effendi, Jaenal
      Achsani, Noer Azam
      Sahara
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pangsa pasar perbankan syariah menunjukkan perkembangan pesat yaitu dari 1,2% pada tahun 2004 menjadi 7,72% di tahun 2024. Meskipun pertumbuhan asetnya masih lebih tinggi dibandingkan perbankan nasional, laju pertumbuhannya mulai melambat dan pangsa pasarnya masih relatif kecil. Dari sisi risiko, perbankan syariah menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik selama pandemi Covid-19, namun secara keseluruhan risiko pembiayaannya masih berfluktuasi dan belum secara konsisten lebih rendah dibandingkan perbankan konvensional. Penelitian ini masih sangat relevan untuk dilakukan saat ini mengingat ada beberapa fenomena aksi korporasi berupa merger tiga bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) pada awal tahun 2021. Sehingga untuk waktu saat ini adalah sangat relevan untuk melihat perkembangan pasca-merger BSI. Selain itu juga perbankan syariah telah melewati salah satu guncangan (shock) yang luar biasa, yaitu pandemi covid-19 yang berdampak pada perubahan variabel makroekonomi yang sangat signifikan, seperti kontraksi perekonomian hingga terjadi resesi, deflasi, dan penurunan suku bunga Penelitian ini menawarkan tiga kebaruan utama. Pertama, menganalisis pengaruh nonlinier inflasi terhadap risiko pembiayaan perbankan syariah dan menentukan nilai ambang batas inflasi sebagai early warning system. Penelitian ini juga masih sangat terbatas dalam literatur dan sebelumnya lebih banyak diteliti pada perbankan konvensional. Kedua, menggunakan ekuivalen bagi hasil bagi dan ekuivalen murabahah sebagai padanan suku bunga yang lebih mencerminkan biaya pembiayaan nasabah dibandingkan imbal hasil Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS). Ketiga, menghasilkan nilai ambang batas ekuivalen bagi hasil dan murabahah sebagai acuan mitigasi risiko dan penetapan tingkat imbal hasil yang sesuai dengan kemampuan bayar nasabah. Temuan ini memperkaya literatur mengenai hubungan nonlinier risiko pembiayaan pada perbankan syariah yang memiliki karakteristik operasional berbasis bagi hasil dan bebas bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika risiko pembiayaan perbankan syariah di Indonesia, menentukan nilai ambang batas inflasi serta ekuivalen bagi hasil dan ekuivalen murabahah yang berkaitan dengan risiko pembiayaan, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko pembiayaan pada perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan perkembangan variabel-variabel penelitian, setelah itu diteruskan dengan analisis regresi data panel untuk menguji hubungan antarvariabel secara empiris. Untuk menentukan nilai ambang batas inflasi, ekuivalen bagi hasil dan ekuivalen murabahah dalam kaitannya dengan risiko pembiayaan perbankan syariah, penulis mengadopsi model persamaan nonlinier. Risiko pembiayaan perbankan syariah menunjukkan tren yang semakin membaik pada tahun 2014-2024 yang tercermin dari penurunan rasio Non Performing Financing (NPF) baik pada Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS). Rasio NPF UUS secara konsisten lebih rendah dibandingkan BUS, yang mengindikasikan efektivitas pengelolaan risiko melalui dukungan bank induk. Dibandingkan NPL perbankan konvensional, NPF perbankan syariah sempat meningkat pada fase awal ekspansi. Namun dalam jangka panjang perbedaan keduanya semakin kecil sampai akhirnya terjadi konvergensi kualitas pembiayaan pada akhir periode penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan inflasi dengan risiko pembiayaan perbankan syariah bersifat nonlinier berbentuk kurva U, dengan nilai ambang batas inflasi triwulanan sebesar 1,76% (setara 0,59% per bulan). Saat inflasi berada di bawah nilai ambang batas, peningkatan inflasi cenderung menurunkan risiko pembiayaan. Sebaliknya, ketika inflasi melampaui nilai ambang batas, peningkatan inflasi justru meningkatkan risiko pembiayaan. Selain itu, hubungan ekuivalen bagi hasil dengan risiko pembiayaan membentuk kurva U terbalik dengan nilai ambang batas sebesar 10,47%. Saat ekuivalen bagi hasil berada di bawah nilai ambang batas, peningkatan ekuivalen bagi hasil cenderung meningkatkan risiko pembiayaan. Sebaliknya, ketika ekuivalen bagi hasil melampaui nilai ambang batas, peningkatan ekuivalen bagi hasil justru menurunkan risiko pembiayaan. Sementara itu, hubungan ekuivalen murabahah dengan risiko pembiayaan membentuk kurva U dengan nilai ambang batas sebesar 12,09%. Saat ekuivalen murabahah berada di bawah nilai ambang batas, peningkatan ekuivalen murabahah cenderung menurunkan risiko pembiayaan. Sebaliknya, ketika ekuivalen murabahah melampaui nilai ambang batas, peningkatan ekuivalen murabahah justru meningkatkan risiko pembiayaan. Dalam sistem dual banking, risiko pembiayaan perbankan syariah dipengaruhi oleh perpindahan nasabah akibat perbedaan tingkat imbal hasil, serta kondisi makroekonomi seperti depresiasi nilai tukar yang memicu inflasi dan menurunkan kemampuan bayar nasabah. Di sisi internal, ukuran bank dan kecukupan modal berperan dalam memperkuat kapasitas pengelolaan serta mitigasi risiko pembiayaan. Faktor tata kelola, seperti keberadaan wanita dalam jajaran direksi berpeluang menurunkan risiko melalui pengambilan keputusan yang lebih hati-hati. Sedangkan pengalaman yang berlebihan dapat memicu overconfidence dan meningkatkan risiko. Selain itu, tingkat persaingan juga memengaruhi perilaku pengambilan risiko bank, yaitu berpotensi meningkatkan risiko pembiayaan perbankan syariah.
       
      The market share of Islamic banking has shown rapid growth, rising from 1,2% in 2004 to 7,72% in 2024. Although its asset growth rate remains higher than that of the national banking sector, the pace of growth has begun to slow, and its market share remains relatively small. In terms of risk, Islamic banking demonstrated relatively better resilience during the covid-19 pandemic; however, overall financing risk continues to fluctuate and has not consistently remained lower than that of conventional banking. This research remains highly relevant today, given significant corporate actions such as the merger of three Islamic banks into Bank Syariah Indonesia (BSI) in early 2021, making it timely to examine post-merger developments. Furthermore, the Islamic banking sector has weathered a major shock the covid-19 pandemic which triggered significant shifts in macroeconomic variables, including economic contraction leading to recession, deflation, and declining interest rates. This study offers three key novel contributions. First, it analyzes the nonlinear impact of inflation on the financing risk of Islamic banking. It identifies an inflation threshold value to serve as an early warning system. Research in this area remains limited in the literature, and previous studies have focused primarily on conventional banking. Second, it employs profit-sharing and murabahah equivalent rates as proxies for interest rates, which more accurately reflect the cost of financing for customers compared to benchmarks like yield of Islamic interbank money market and Bank Indonesia Sharia Certificate. Third, it establishes threshold values for profit-sharing and murabahah equivalent rates to serve as benchmarks for risk mitigation and to set return rates aligned with customers' repayment capacity. These findings enrich the literature on the nonlinear relationship regarding financing risk in Islamic banking, which is characterized by profit-sharing-based and interest-free operations. This study describes financing risk dynamics in Indonesian Islamic banking, identifies threshold values for inflation, profit-sharing, and murabahah equivalent rates linked to financing risk, and analyzes factors influencing this risk. This study employs descriptive statistics to examine the evolution of the research variables, followed by panel data regression to assess their relationships empirically. The author adopts a nonlinear equation model to determine the threshold values of inflation, the equivalent rates of profit-sharing and murabahah. Islamic banking financing risk exhibited an improving trend between 2014 and 2024, reflected in the decline of the Non-Performing Financing (NPF) ratio for both Islamic Commercial Banks (ICB) and Islamic Business Units (IBU). The IBU's NPF ratio was consistently lower than that of ICB's, indicating effective risk management supported by parent banks. While Islamic banking NPFs initially rose during the early expansion phase compared to conventional banking NPLs, the gap narrowed over the long term, ultimately resulting in a convergence of financing quality by the end of the study period. This study finds that the relationship between inflation and Islamic banking financing risk forms a U-shaped curve with a quarterly inflation threshold of 1.76% (equivalent to 0.59% per month). When inflation is below this threshold, an increase in inflation tends to reduce financing risk. Conversely, when inflation exceeds the threshold, higher inflation increases financing risk. Furthermore, the relationship between the profit-sharing equivalent rate and financing risk forms an inverted U-shaped curve with a threshold of 10.47%. When the profit-sharing equivalent rate is below this threshold, an increase in it tends to raise financing risk. Conversely, when it exceeds the threshold, an increase in the profit-sharing equivalent rate actually reduces financing risk. Meanwhile, the relationship between the murabahah equivalent rate and financing risk forms a U-shaped curve with a threshold of 12.09%. When the murabahah equivalent rate is below this threshold, an increase in the murabahah equivalent rate tends to reduce financing risk. Conversely, when it exceeds the threshold, an increase in the murabahah equivalent rate actually raises financing risk. In a dual banking system, Islamic banking financing risk is influenced by customer switching driven by yield differentials and macroeconomic conditions such as exchange rate depreciation that trigger inflation and reduce customers' repayment capacity. Internally, bank size and capital adequacy help strengthen management capacity and mitigate financing risks. Governance factors, such as the presence of women on the board of directors, can lower risk through more prudent decision making, whereas excessive experience can trigger overconfidence and increase risk. Additionally, the level of competition influences banks' risk taking behavior, potentially increasing financing risk in Islamic banking.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179007
      Collections
      • DF - Economic and Management [527]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository