Hubungan Karakteristik Sosial, Ekonomi, dan Demografi dengan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi Rumah Tangga di Jawa Barat
Abstract
Kualitas konsumsi pangan rumah tangga dapat dinilai melalui Skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang menggambarkan keberagaman dan keseimbangan konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi dengan skor PPH konsumsi rumah tangga di Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2025. Unit analisis adalah rumah tangga di Jawa Barat dengan data konsumsi pangan, pengeluaran, dan karakteristik rumah tangga yang lengkap. Sebanyak 24.643 rumah tangga dianalisis. Konsumsi pangan dikelompokkan ke dalam sembilan kelompok pangan PPH dan dikonversi menjadi energi untuk menghitung tingkat kecukupan energi (TKE), tingkat kecukupan protein (TKP), dan skor PPH. Analisis hubungan dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Rata-rata konsumsi energi sebesar 2.079 kkal/kapita/hari dengan TKE 99,0%, sedangkan konsumsi protein sebesar 63,2 g/kapita/hari dengan TKP 110,9%. Rata-rata skor PPH sebesar 77,68 dan 52,5% rumah tangga berada pada kategori sangat kurang. skor PPH meningkat dari 64,58 pada kuintil 1 menjadi 86,21 pada kuintil 5. Pengeluaran makanan per kapita per bulan memiliki korelasi positif paling kuat dengan skor PPH (r=0,603), sedangkan jumlah anggota rumah tangga berkorelasi negatif (r=-0,301). Peningkatan kualitas konsumsi pangan perlu diprioritaskan pada rumah tangga berpengeluaran rendah dan rumah tangga dengan jumlah anggota lebih besar. Household food consumption quality can be assessed using the Desirable Dietary Pattern (DDP) score, which reflects dietary diversity and balance. This study aimed to analyze the relationship between social, economic, and demographic characteristics and household DDP scores in West Java. This cross-sectional study used secondary data from the March 2025 National Socio-Economic Survey (SUSENAS). The unit of analysis was households with complete food consumption, expenditure, and household characteristic data. A total of 24,643 households were analyzed. Food consumption was grouped into nine DDP food groups and converted into energy to calculate energy adequacy level (EAL), protein adequacy level (PAL), and DDP score. Spearman correlation was used to analyze the relationships between variables. Average energy consumption was 2,079 kcal/capita/day with an EAL of 99.0%, while protein consumption was 63.2 g/capita/day with a PAL of 110.9%. The average household DDP score was 77.68, and 52.5% of households were classified as very poor. The DDP score increased from 64.58 in quintile 1 to 86.21 in quintile 5. Food expenditure per capita per month had the strongest positive correlation with DDP score (r=0.603), while household size was negatively correlated (r=-0.301). Improving food consumption quality should prioritize low-expenditure households and households with more members.
Collections
- UF - Nutrition [33]

