Show simple item record

dc.contributor.advisorPratiwi, Prita Indah
dc.contributor.advisorBudiarti, Tati
dc.contributor.authorUtomo, Sabrina Salsabila
dc.date.accessioned2026-08-14T07:31:51Z
dc.date.available2026-08-14T07:31:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178975
dc.description.abstractMahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tuntutan akademik yang dapat berkaitan dengan kondisi psikologis, fisiologis, dan kesejahteraan spiritual. Aktivitas hortikultura di lingkungan kebun berpotensi menjadi kegiatan yang mendukung pemulihan melalui keterlibatan langsung dengan tanaman, aktivitas fisik ringan, serta interaksi dengan lingkungan alami. Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) pada dasarnya berfungsi sebagai ruang budidaya dan pemberdayaan masyarakat, tetapi potensinya sebagai ruang yang mendukung kesejahteraan pengguna masih perlu dikaji berdasarkan kondisi lingkungan dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kondisi psikologis, fisiologis, dan spiritual mahasiswa tingkat akhir setelah mengikuti aktivitas hortikultura, membandingkan respons pada dua kebun KWT, serta mengidentifikasi karakteristik lingkungan kebun sebagai dasar rekomendasi pengembangan. Penelitian menggunakan desain eksperimen pre-test–post-test dengan melibatkan 30 mahasiswa tingkat akhir IPB University yang mengikuti aktivitas hortikultura di KWT Sekar Asri dan KWT Asri serta aktivitas kontrol. Kondisi psikologis diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), fisiologis melalui tekanan darah dan denyut nadi, serta spiritual menggunakan Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Setelah mengikuti aktivitas hortikultura, skor depresi, kecemasan, dan stres menunjukkan kecenderungan menurun, dengan perubahan signifikan pada skor depresi dan kecemasan di KWT Asri serta skor stres di kedua kebun KWT. Tekanan darah sistolik berubah signifikan di kedua kebun KWT, tekanan darah diastolik menunjukkan penurunan pada kedua kebun tetapi signifikan hanya di KWT Asri, sedangkan denyut nadi menunjukkan peningkatan ringan yang tidak signifikan. Skor SWBS meningkat signifikan di kedua kebun. Perbedaan karakteristik lanskap kedua kebun tidak menunjukkan perbedaan respons peserta yang signifikan. KWT Asri memiliki keragaman vegetasi lebih tinggi, sedangkan kondisi kenyamanan termal kedua kebun relatif serupa. Temuan tersebut menjadi dasar rekomendasi untuk mengoptimalkan fungsi produksi dan terapeutik aktivitas hortikultura melalui pengembangan zona edukasi, budidaya, dan interaksi sosial yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kebun.
dc.description.abstractFinal-year students face a variety of academic demands that may affect their psychological, physiological, and spiritual well-being. Horticultural activities in garden environments can support recovery through direct engagement with plants, light physical activity, and interaction with the natural environment. Women Farmers Group (WFG) gardens primarily serve as spaces for cultivation and community empowerment; however, their potential as environments that promote user well-being still needs to be evaluated in relation to the environmental conditions and activities within them. This study aims to analyze changes in the psychological, physiological, and spiritual conditions of final-year students after participating in horticultural activities, compare responses in two WFG gardens, and identify the environmental characteristics of the gardens as a basis for development recommendations. This research used a pre-test–post-test experimental design involving 30 final-year students from IPB University who participated in horticultural activities at WFG Sekar Asri and WFG Asri, as well as in a control activity. Psychological conditions were assessed using the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), physiological conditions through blood pressure and pulse rate, and spiritual conditions using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS). After participating in horticultural activities, depression, anxiety, and stress scores showed a downward trend, with significant changes in depression and anxiety scores at WFG Asri and in stress scores at both WFG gardens. Systolic blood pressure changed significantly in both WFG gardens; diastolic blood pressure decreased in both, but the change was significant only in WFG Asri, while pulse rate showed a slight, non-significant increase. SWBS scores increased significantly in both gardens. Differences in the landscape characteristics of the two gardens did not result in significant differences in participant responses. WFG Asri exhibited higher vegetation diversity, while thermal comfort conditions in both gardens were relatively similar. These findings form the basis for recommendations to optimize the productive and therapeutic functions of horticultural activities by developing educational, cultivation, and social interaction zones tailored to each garden's characteristics.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStudi Efek Aktivitas Hortikultura di Kebun Kelompok Wanita Tani terhadap Kondisi Psikologis, Fisiologis, dan Spiritual pada Mahasiswa Tingkat Akhirid
dc.title.alternativeStudy of the Effects of Horticultural Activities in Women Farmer Group Gardens on the Psychological, Physiological, and Spiritual Conditions of Final-Year University Students
dc.typeTesis
dc.subject.keywordintervensi berbasis alamid
dc.subject.keywordkebun komunitasid
dc.subject.keywordkenyamanan termalid
dc.subject.keywordkeanekaragaman vegetasiid
dc.subject.keywordlanskap terapeutikid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record