Show simple item record

dc.contributor.advisorPamoengkas, Prijanto
dc.contributor.advisorIstikorini, Yunik
dc.contributor.advisorSurono
dc.contributor.authorSagita, Wulan Fitri
dc.date.accessioned2026-08-14T07:16:03Z
dc.date.available2026-08-14T07:16:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178948
dc.description.abstractMalapari (Pongamia pinnata (L.) Pierre) merupakan tanaman leguminosa yang berpotensi sebagai sumber bioenergi dan rehabilitasi lahan. Namun, produksi bibitnya terkendala oleh serangan patogen Colletotrichum sp. yang menyebabkan penyakit bercak daun. Alternatif pengendalian serangan patogen menggunakan agens hayati, seperti cendawan Dark Septate Endophyte (DSE) dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif akibat penggunaan fungisida sintesis. Cendawan DSE berasosiasi dengan tanaman tanpa menimbulkan penyakit dan dapat memacu pertumbuhan tanaman dalam kondisi cekaman biotik dan abiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inokulasi cendawan DSE dalam menekan serangan patogen Colletotrichum sp. penyebab bercak daun pada malapari, mengevaluasi respons pertumbuhan bibit malapari setelah diinokulasi DSE, serta mengkaji mekanisme DSE dalam meningkatkan pertumbuhan bibit malapari. Penelitian dilakukan secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan yang melibatkan dua isolat DSE, yaitu Diaporthe pandanicola (TM) dan Dothideomycetes sp. (GS2). Parameter yang diamati meliputi kejadian dan keparahan penyakit, hambatan relatif, pertumbuhan bibit (panjang, diameter, jumlah daun, panjang akar), berat kering, serapan unsur hara makro (N, P, dan K), kandungan klorofil, serta kolonisasi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi DSE mampu menekan perkembangan penyakit bercak daun. Isolat TM memberikan efektivitas tertinggi dengan menurunkan kejadian penyakit sebesar 45% dan keparahan penyakit sebesar 54%, serta menghasilkan nilai hambatan relatif sebesar 53,18%. DSE GS2 mampu menurunkan kejadian penyakit sebesar 22,3% dan keparahan penyakit sebesar 47% dengan nilai hambatan relatif sebesar 47,62%. Inokulasi DSE juga meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter, dan panjang akar secara signifikan, serta berpengaruh terhadap peningkatan berat kering dan serapan hara makro oleh bibit malapari. Isolat TM memberikan respons terbaik terhadap pertumbuhan tinggi, biomassa tajuk, serta serapan kalium. Isolat GS2 memberikan respons terbaik pada pertambahan diameter batang, serta serapan nitrogen dan fosfor. Kedua isolat DSE memberikan peningkatan terhadap biomassa akar. Peningkatan pertumbuhan dan ketahanan bibit malapari terhadap serangan patogen didukung oleh kemampuan DSE TM dan GS2 dalam mengolonisasi akar bibit malapari yang berkaitan dengan peningkatan serapan unsur hara dan respons tanaman terhadap infeksi patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSE TM dan GS2 berpotensi dikembangkan sebagai agens biokontrol untuk menurunkan serangan patogen dan meningkatkan kesehatan serta kualitas bibit malapari di persemaian.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKemampuan Cendawan Dark Septate Endophyte sebagai Agens Biokontrol Colletotrichum sp. penyebab Penyakit Bercak Daun pada Malapariid
dc.title.alternativeThe Potential of Dark Septate Endophyte Fungi as a Biocontrol Agent Against Colletotrichum sp. Induced Leaf Blight in Pongamia pinnata
dc.typeTesis
dc.subject.keywordcendawan endofitid
dc.subject.keywordfisiologi tanamanid
dc.subject.keywordmorfologi tanamanid
dc.subject.keywordkolonisasi akarid
dc.subject.keywordserapan haraid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record