Pengaruh Realisasi Dana Desa terhadap Indeks Ketananan Pangan di Kabupaten Polewali Mandar
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Fahreza
Suharno
Fariyanti, Anna
Metadata
Show full item recordAbstract
Ketahanan pangan merupakan salah satu indikator penting pembangunan perdesaan karena mencerminkan kemampuan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap pangan yang tersedia, aman, bergizi, dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia menempatkan Dana Desa sebagai instrumen desentralisasi fiskal yang diarahkan untuk mendukung pencapaian pembangunan desa, termasuk melalui kebijakan alokasi minimal untuk sektor ketahanan pangan. Meskipun demikian, peningkatan transfer fiskal ke desa belum selalu diikuti oleh peningkatan capaian ketahanan pangan yang proporsional. Kabupaten Polewali Mandar menjadi wilayah yang relevan untuk dikaji karena memiliki karakter agraris dengan ketergantungan tinggi terhadap sektor pangan serta variasi kondisi ketahanan pangan antardesa yang masih cukup besar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi Dana Desa pada bidang ketahanan pangan terhadap Indeks Ketahanan Pangan desa di Kabupaten Polewali Mandar, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ketahanan pangan desa, serta menyusun arah prioritas intervensi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan Dana Desa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Unit analisis mencakup seluruh desa di Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 144 desa selama periode 2019–2024. Data penelitian bersumber dari Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dokumen Dinas Pertanian dan Pangan, serta data Indeks Ketahanan Pangan berbasis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). Variabel yang dianalisis meliputi realisasi Dana Desa bidang ketahanan pangan, luas lahan pertanian, jumlah penduduk tingkat kesejahteraan terendah, jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih, dan jumlah tenaga kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi Dana Desa pada bidang ketahanan pangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Indeks Ketahanan Pangan desa. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa intervensi fiskal desa memiliki kontribusi nyata terhadap penguatan sistem pangan lokal. Besaran elastisitas pengaruh yang relatif kecil menunjukkan bahwa peningkatan alokasi anggaran belum sepenuhnya mampu menghasilkan perubahan ketahanan pangan yang optimal tanpa didukung kualitas implementasi.
Analisis terhadap variabel kontrol menunjukkan bahwa luas lahan pertanian dan jumlah tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan desa. Jumlah penduduk pada tingkat kesejahteraan terendah serta jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terbukti berpengaruh negatif dan signifikan. Kemiskinan menjadi faktor yang paling dominan dalam menurunkan kondisi ketahanan pangan desa dan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan kontribusi peningkatan dari Dana Desa. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan merupakan fenomena multidimensional yang dibentuk oleh interaksi faktor ekonomi, produksi, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya transformasi pemanfaatan Dana Desa dari pendekatan berbasis kepatuhan anggaran menuju
pendekatan berbasis outcome pembangunan. Prioritas kebijakan diarahkan pada penguatan kualitas perencanaan pembangunan desa, perlindungan kapasitas produksi pertanian, pengurangan kerentanan kemiskinan, perluasan akses air bersih, dan peningkatan layanan kesehatan dasar. Penguatan integrasi lintas sektor melalui tata kelola desa yang lebih adaptif dan berbasis bukti diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan pangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Kata Kunci: dana desa, desentralisasi fiskal, indeks ketahanan pangan, penghidupan berkelanjutan
Collections
- MF - Economic and Management [3351]

