Show simple item record

dc.contributor.advisorMayyani, Hidayatul
dc.contributor.advisorSupriyo, Prapto Tri
dc.contributor.authorMichelin, Foky
dc.date.accessioned2026-08-14T07:13:22Z
dc.date.available2026-08-14T07:13:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178920
dc.description.abstractPenjadwalan pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional stasiun serta menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna transportasi publik. Penyusunan jadwal secara manual berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan beban kerja. Penelitian ini bertujuan memodelkan penjadwalan pegawai non-operasional di Stasiun Depok menggunakan metode Goal Programming (GP) dengan mempertimbangkan pemerataan jumlah shift, pemerataan jam kerja, dan minimisasi jumlah pegawai serta membandingkan hasilnya dengan penelitian sebelumnya menggunakan metode Integer Linear Programming (ILP). Model dikembangkan untuk empat jenis pekerjaan, yaitu pegawai loket, kebersihan, passenger service, dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode goal programming mampu menghasilkan jadwal yang memenuhi seluruh kendala serta meningkatkan pemerataan distribusi shift dan jam kerja. Meskipun pada unit keamanan terdapat kompromi (trade-off) antara pemerataan beban kerja dan efisiensi jumlah pegawai, model tetap menghasilkan pembagian beban kerja yang lebih adil dibandingkan penelitian sebelumnya.
dc.description.abstractEmployee scheduling is an important factor in supporting station operations and maintaining service quality for public transportation users. Manual scheduling may lead to workload imbalance. This study aims to develop a scheduling model for non-operational employees at Depok Station using the Goal Programming (GP) method by considering shift distribution, workload balancing, and workforce minimization, as well as comparing the results with a previous study that employed Integer Linear Programming (ILP). The proposed model was developed for four job categories, namely ticketing staff, cleaning staff, passenger service staff, and security staff. The results show that the Goal Programming model is able to generate schedules that satisfy all operational constraints while improving the fairness of shift distribution and workload allocation. Although a trade-off between workload balancing and workforce efficiency was found in the security unit, the model still produced a fairer workload distribution than the previous study.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenerapan Metode Goal Programming pada Optimasi Penjadwalan Pegawai Non-operasional Stasiun Depokid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordgoal programmingid
dc.subject.keywordpegawaiid
dc.subject.keywordpenjadwalanid
dc.subject.keywordstasiunid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record