Tesis a.n Fitria Ramadhanty Usdar (A3502221007)
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Usdar, Fitria Ramadhanty
Munif, Abdul
Giyanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Edamame (Glycine max (L.) Merrill) adalah sayuran hijau yang populer di negara-negara Asia, terutama Jepang. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan semua jenis tanah dan tmemiliki siklus hidup yang pendek sehingga dapat dibudidayakan empat hingga lima kali dalam setahun. Namun demikian, produkvitasnya sering dibatasi oleh penyakit tanaman seperti busuk pangkal batang akibat cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala penyakit ini berupa daun layu, daun menguning, pada leher akar terdapat spora jamur berwarna putih, pertumbuhan tanaman terhambat, dan hasil panen berkurang. Dalam pengelolaan penyakit ini, penggunaan bakteri endofit dinilai merupakan agens bioprotektan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri endofit yang potensial sebagai agens bioprotektan penyakit busuk pangkal batang S.rolfsii pada tanaman edamame (Glycine max (L.) Merrill). Tahapan dalam penelitian ini meliputi isolasi bakteri endofit, seleksi bakteri endofit berdasarkan uji hemolisis dan uji hipersensivitas, uji antibiosis in vitro, uji aktivitas senyawa organik volatil, uji patogenisitas S. rolfsii, uji in vivo bakteri endofit dalam menekan S. rolfsii dan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, identifikasi morfologi, dan identifikasi molekuler tiga isolat potensial.
Sebanyak 64 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari tanaman edamame. Hasil uji hemolitik menunjukkan bahwa 46 isolat tidak berpotensi sebagai patogen bagi manusia dan mamalia namun dari hasil uji hipersensitivitas terhadap tanaman, hanya 14 isolat memiliki kelayakan untuk digunakan pada tahap uji in vitro. Bakteri endofit yang diperoleh dari hasil seleksi uji keamanan hayati, uji antibiosis dan uji volatil memiliki efek penghambatan yang sangat bervariasi terhadap S. rolfsii. Berdasarkan seleksi menggunakan pembobotan kriteria antibiosis dan senyawa orgnaik volatil diperoleh tiga isolat bakteri yaitu BPBR43, BKCR31, dan BKRR28 yang menunjukkan keefektifan tertinggi dalam menghambat pertumbuhan S. rolfsii. Aplikasi tiga isolat bakteri endofit memiliki kemampuan dalam menurunkan insidensi dan keparahan penyakit. Perlakuan tiga isolat bakteri endofit pada peubah panjang akar dan jumlah daun tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sementara pada parameter panjang batang dan jumlah polong memiliki perbedaan yang signifikan. Perlakuan Isolat BKRR28 menghasilkan panjang batang tertinggi sementara pelakuan S. rolfsii tanpa bakteri endofit menghasilkan jumlah polong tertinggi. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa BPBR43 dan BKRR28 memiliki kemiripan dengan Brucella pseudogrignonensis LOGO117 (PQ676078.1) sementara isolat BKCR31 memiliki kemiripan dengan Bacillus subtilis LSRBMoFPIKRGCFTRI7 (MN882713.1).
Collections
- MF - Agriculture [4154]

