| dc.description.abstract | Kutudaun merupakan hama utama pada tanaman Cucurbitaceae, termasuk timun, timun suri, dan peria, yang merugikan baik secara langsung melalui aktivitas makan maupun secara tidak langsung sebagai vektor virus patogen tanaman. Cendawan Entomophthorales berpotensi sebagai agens pengendali hayati, namun interaksinya dengan kutudaun pada Cucurbitaceae di Indonesia belum banyak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran populasi kutudaun, mengidentifikasi spesies cendawan Entomophthorales yang menginfeksi kutudaun, menganalisis tingkat dan pola prevalensi infeksi, serta menganalisis hubungan faktor lingkungan dengan prevalensi infeksi pada timun, timun suri, dan peria di Bogor. Penelitian dilakukan pada delapan lahan pertanaman Cucurbitaceae di Bogor melalui identifikasi spesies kutudaun dan cendawan Entomophthorales. Hasil menunjukkan hanya satu spesies kutudaun yaitu, Aphis gossypii, dengan populasi tertinggi pada peria di Desa Ciherang. Cendawan yang menginfeksi kutudaun diidentifikasi sebagai spesies Neozygites fresenii, dengan fase yang ditemukan yaitu konidia sekunder, badan hifa, dan konidia primer, tanpa ditemukan cendawan sekunder dan spora istirahat. Prevalensi infeksi bervariasi dari 11,67% hingga 45%, tertinggi pada peria di Ciherang, dengan pola pada peria lebih tinggi dibandingkan dengan timun dan timun suri. | |