Edukasi dan Pelatihan Penerapan Sistem Pertanian Organik di Kelompok Tani Mugi Lestari Surabaya
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Case StudiesAuthor
Sianturi, Yeheskiel Riando
Wiraguna, Edi
Nurulhaq, Muhammad Iqbal
Metadata
Show full item recordAbstract
Penerapan sistem pertanian organik masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pengetahuan petani, kebiasaan penggunaan pupuk dan pestisida kimia, keterbatasan sarana, serta kurangnya pendampingan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dalam penerapan sistem pertanian organik di Kelompok Tani Mugi Lestari serta menganalisis peningkatan pengetahuan, minat, dan keterampilan anggota Kelompok Tani setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL), pestisida nabati, dan perbanyakan Trichoderma, serta menganalisis hubungan karakteristik petani terhadap ketiga aspek tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Mugi Lestari, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, menggunakan pendekatan mixed methods. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 25 responden, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama penerapan pertanian organik meliputi keterbatasan pengetahuan, kebiasaan penggunaan bahan kimia, keterbatasan bahan baku, tingginya serangan hama, serta kurangnya pendampingan. Kegiatan edukasi dan pelatihan terbukti meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Tani melalui peningkatan pengetahuan, minat, dan keterampilan dalam menerapkan teknologi pertanian organik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa umur dan tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan, minat, maupun keterampilan setelah pelaksanaan penyuluhan (p > 0,05). Dengan demikian, edukasi dan pelatihan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Tani Mugi Lestari dalam mendukung penerapan sistem pertanian organik. The implementation of organic farming systems continues to face various challenges, including limited farmer knowledge, dependence on chemical fertilizers and pesticides, limited facilities, and insufficient ongoing assistance. This study aimed to identify the challenges associated with implementing an organic farming system in the Mugi Lestari Farmer Group and to analyze improvements in the members’ knowledge, interest, and skills following education and training on the production of local microorganisms (MOL), botanical pesticides, and the propagation of Trichoderma. The study also examined the relationships between farmer characteristics and these three aspects. The research was conducted in the Mugi Lestari Farmer Group, Jemur Wonosari Urban Village, Wonocolo District, Surabaya, using a mixed-methods approach. Data were collected from 25 respondents through observations, interviews, documentation, and questionnaires. The data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive analyses and Spearman’s rank correlation. The results showed that the main challenges associated with organic farming included limited knowledge, dependence on chemical inputs, limited availability of raw materials, high pest incidence, and insufficient ongoing assistance. The education and training program improved the members’ knowledge, interest, and skills in applying organic farming technologies. Spearman’s rank correlation analysis indicated that age and educational level were not significantly associated with knowledge, interest, or skills after the training (p > 0.05). These findings demonstrate that education and training combined with demonstrations and hands-on practice effectively strengthened the capacity of the Mugi Lestari Farmer Group to support the implementation of organic farming systems.

