| dc.description.abstract | Transformasi perguruan tinggi swasta (PTS) menuju entrepreneurial university menjadi semakin penting dalam era ekonomi berbasis pengetahuan untuk meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan institusi. Meskipun berbagai aktivitas pendidikan kewirausahaan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan telah dilakukan, implementasinya pada PTS di Indonesia masih berkembang secara parsial dan belum terintegrasi secara optimal, sehingga menunjukkan adanya fenomena institutional decoupling. Selain itu, penelitian terdahulu umumnya membahas aspek-aspek entrepreneurial university secara terpisah, sehingga kajian mengenai model transformasi yang terintegrasi pada konteks universitas swasta masih terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan model dan strategi transformasi menuju entrepreneurial university untuk mendukung keberlanjutan universitas swasta.
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) mengidentifikasi kondisi eksisting penerapan konsep entrepreneurial university pada perguruan tinggi swasta, (2) merancang model transformasi menuju entrepreneurial university untuk keberlanjutan universitas swasta, (3) merumuskan strategi transformasi, serta (4) menyusun scenario planning transformasi menuju entrepreneurial university. Penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, pola transformasi, serta berbagai permasalahan yang dihadapi universitas swasta dalam proses transformasi menuju entrepreneurial university. Temuan tersebut menjadi dasar dalam pengembangan model transformasi melalui Soft Systems Methodology (SSM). Model transformasi yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai landasan dalam penyusunan struktur hierarki pada Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk menentukan prioritas strategi implementasi. Selanjutnya, prioritas strategi tersebut menjadi masukan dalam penyusunan skenario transformasi untuk merumuskan kerangka antisipatif terhadap berbagai kemungkinan perubahan lingkungan eksternal melalui pendekatan Scenario Planning.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi menuju entrepreneurial university pada tujuh universitas swasta membentuk empat pola umum, yaitu: (1) penguatan kewirausahaan pada dimensi pendidikan, (2) perkembangan riset dan inovasi yang belum terintegrasi secara merata, (3) kolaborasi eksternal yang masih berorientasi pada penguatan akademik, dan (4) belum terbentuknya mekanisme integrasi antar-ekosistem. Keempat pola tersebut menunjukkan bahwa transformasi telah berkembang melalui aktivitas akademik, inovasi, dan kewirausahaan, namun setiap dimensi berkembang dengan tingkat kemajuan yang berbeda sehingga terjadi ketidakseimbangan perkembangan antar dimensi entrepreneurial university. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan keterhubungan antara ekosistem akademik, ekosistem inovasi, dan ekosistem kewirausahaan belum terbentuk secara sistematis, yang mengindikasikan adanya fenomena institutional decoupling dalam proses transformasi menuju entrepreneurial university.
Berdasarkan temuan tersebut, analisis menggunakan SSM menunjukkan bahwa permasalahan utama transformasi entrepreneurial university pada universitas swasta bukan terletak pada aktivitas akademik, inovasi, dan kewirausahaan, melainkan pada belum terintegrasinya ketiga ekosistem tersebut dalam satu sistem kelembagaan. Penelitian ini menghasilkan model transformasi entrepreneurial university berbasis integrasi ekosistem akademik, inovasi, dan kewirausahaan yang didukung oleh tujuh solusi kelembagaan untuk memperkuat kapasitas internal universitas serta kolaborasi multisektor sebagai penguat transformasi. Model tersebut menegaskan bahwa transformasi menuju entrepreneurial university memerlukan penguatan kapasitas internal yang didukung oleh kolaborasi eksternal untuk mewujudkan keberlanjutan universitas swasta.
Hasil analisis FAHP menunjukkan bahwa kepemimpinan dan tata kelola merupakan faktor utama dalam transformasi menuju entrepreneurial university, dengan universitas sebagai aktor utama dan peningkatan kualitas lulusan sebagai tujuan prioritas. Penguatan sumber daya manusia menjadi strategi implementasi yang paling diprioritaskan, diikuti penguatan kolaborasi dengan industri, startup, dan investor, integrasi kewirausahaan dalam kurikulum, serta penguatan riset berbasis inovasi. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi entrepreneurial university merupakan proses sistemik yang memerlukan sinergi antara kepemimpinan, penguatan kapasitas internal, dan kolaborasi eksternal untuk mencapai keberlanjutan universitas swasta.
Melalui pendekatan scenario planning, penelitian mengidentifikasi kebijakan dan regulasi pemerintah serta dukungan pendanaan pemerintah sebagai critical uncertainties yang paling berpengaruh terhadap transformasi entrepreneurial university. Berdasarkan kedua faktor tersebut, penelitian menghasilkan empat skenario transformasi, yaitu Akselerasi Transformasi, Transformasi Terkendali, Adaptasi Mandiri, dan Stagnasi Transformasi. Keempat skenario tersebut memberikan kerangka antisipatif bagi universitas swasta dalam merumuskan strategi transformasi yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan perubahan lingkungan eksternal.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis berupa penguatan perspektif transformasi entrepreneurial university berbasis integrasi ekosistem dan adaptasi terhadap ketidakpastian lingkungan. Secara manajerial, hasil penelitian menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan dan tata kelola, integrasi akademik–inovasi–kewirausahaan, pengembangan budaya kewirausahaan, hilirisasi riset, serta diversifikasi pendanaan sebagai faktor pendukung keberlanjutan perguruan tinggi swasta.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji model transformasi entrepreneurial university yang dihasilkan dalam penelitian ini pada perguruan tinggi swasta dengan karakteristik yang lebih beragam. Pengujian tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi dan memvalidasi variabel-variabel kritis yang memengaruhi keberhasilan transformasi menuju entrepreneurial university sehingga memperkuat pengembangan model yang dihasilkan. | |