Identifikasi Morfologi Dan Molekuler Tali Putri Serta Parasitismenya Pada Tanaman Cabai Rawit Dan Kacang Tanah
| dc.contributor.advisor | Mutaqin, Kikin Hamzah | |
| dc.contributor.advisor | Khairani, Hagia Sophia | |
| dc.contributor.author | Putri, Mazaya Alyssa | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-14T06:41:42Z | |
| dc.date.available | 2026-08-14T06:41:42Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178840 | |
| dc.description.abstract | Tali putri adalah tumbuhan tingkat tinggi angiospermae yang mampu memarasit tumbuhan lainnya sehingga termasuk sebagai organisme pengganggu tanaman dari golongan patogen. Identitas yang akurat serta pemahaman tentang kemampuan parasitismenya dalam menimbulkan gangguan pada tanaman inang diperlukan untuk pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tali putri asal Bogor secara morfologi dan molekuler serta mengamati kemampuan parasitismenya pada tanaman cabai rawit dan kacang tanah. Sampel tali putri dari lapangan yang secara alami memarasit tumbuhan liar diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi organ tumbuhannya dan secara molekuler dengan teknik PCR-sekuensing menggunakan primer universal ITS1/ITS4 dari wilayah gen ribosom. Percobaan inokulasi tali putri pada kedua tumbuhan inang cabai rawit dan kacang tanah di rumah kaca diatur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yang meliputi jumlah dan panjang sulur tali putri sebagai inokulum dan umur tumbuhan inang yang berbeda saat diinokulasi. Berdasarkan ciri morfologi, tali putri termasuk genus Cuscuta spp. dalam famili Convolvulaceae. Konfirmasi secara molekuler menetapkan bahwa tali putri asal Bogor memiliki homologi tertinggi dan hubungan yang erat dengan C. australis asal China dan C. campestris asal Turki, dengan persentase identitas sekuens berturut-turut 96,55% dan 95,51%. Tali putri tumbuh lebih optimum pada tumbuhan inang cabai rawit dan kacang tanah dari hasil inokulasi dengan ujung sulur yang segar dan usia inang yang lebih tua berdasarkan pemanjangan sulur, pembentukan haustorium, dan pembungaan tali putri yang lebih cepat. Peningkatan tinggi tumbuhan inang berkurang secara signifikan pada cabai rawit dan kacang tanah yang diinokulasi pada usia tanaman berturut-turut 11 dan 7 minggu setelah tanam. | |
| dc.description.sponsorship | ||
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Identifikasi Morfologi Dan Molekuler Tali Putri Serta Parasitismenya Pada Tanaman Cabai Rawit Dan Kacang Tanah | id |
| dc.title.alternative | ||
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Cuscuta spp. | id |
| dc.subject.keyword | filogenetika | id |
| dc.subject.keyword | haustorium | id |
| dc.subject.keyword | ITS1/ITS4 | id |
| dc.subject.keyword | PCR-sekuensing | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
UF - Plant Protection [2612]

