Show simple item record

dc.contributor.advisorNurhayati, Ati Dwi
dc.contributor.authorhawali, muhamad fadli
dc.date.accessioned2026-08-14T06:25:02Z
dc.date.available2026-08-14T06:25:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178802
dc.description.abstractPembangunan jalur hijau merupakan strategi efektif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis tanaman ki jaran dan panjang stek terhadap karakteristik pertumbuhan ki jaran dan gamal, serta mengkaji potensi sebagai jalur hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor. Hasil menunjukkan persentase hidup kedua jenis tanaman mencapai 100%. Faktor jenis tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang dan diameter tajuk. Gamal menghasilkan rata-rata 4,4–5,5 cabang dengan diameter tajuk 130,2–133,4 cm, sedangkan ki jaran menghasilkan 1,8–2,0 cabang dengan diameter tajuk 47,7–71,6 cm. Kedua jenis tanaman bersifat selalu hijau dengan persentase gugur daun yang rendah, yaitu 1,52% untuk dan 1,53% untuk gamal. Lamanya Dekomposisi serasah daun tergolong cepat, masing-masing selama 7 minggu untuk ki jaran dan 6 minggu untuk gamal. Dapat disimpulkan bahwa ki jaran dan gamal menunjukkan potensi sebagai tanaman jalur hijau berdasarkan karakteristik pertumbuhan yang diamati, dimana kombinasi penanaman kedua jenis vegetasi disarankan untuk mengoptimalkan sekat bakar.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi ki jaran (lannea coromandelica) sebagai tanaman jalur hijau dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahanid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keyworddekomposisi serasahid
dc.subject.keyworddiameter tajukid
dc.subject.keywordgamalid
dc.subject.keywordjalur hijauid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record