Show simple item record

dc.contributor.advisorDewi, Fitriya Nur Annisa
dc.contributor.advisorSubangkit, Mawar
dc.contributor.advisorMaylina, Leni
dc.contributor.authorMaharani
dc.date.accessioned2026-08-14T06:23:58Z
dc.date.available2026-08-14T06:23:58Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178789
dc.description.abstractMacaca fascicularis merupakan salah satu spesies satwa primata yang banyak digunakan sebagai hewan model dalam penelitian biomedis dan translasional karena memiliki kedekatan filogenetik, kesamaan genetik, fisiologis, dan aktivitas biokimia dengan manusia. Karakteristik genetik, lingkungan pemeliharaan, dan status kesehatan hewan dapat memengaruhi validitas hasil penelitian. Profil hematologi dan biokimia darah dapat digunakan untuk mengevaluasi status kesehatan, namun, data terkait Macaca fascicularis asal Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil hematologi dan biokimia darah Macaca fascicularis asal Indonesia yang dipelihara dalam penangkaran ex situ terkontrol. Penelitian ini menggunakan data dari 81 ekor Macaca fascicularis yang sehat secara klinis, yang terdiri atas 72 ekor betina dan 9 ekor jantan. Parameter hematologi dan biokimia darah dievaluasi dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk kelompok umur dan Wilcoxon untuk jenis kelamin. Temuan ini mengindikasikan fungsi hati dan ginjal relatif seragam. Sebagian besar parameter hematologi Macaca fascicularis relatif konsisten pada populasi penelitian. Beberapa parameter eritrosit menunjukkan adanya kecenderungan terkait umur, yaitu MCV, MCH, dan RDW-CV. Profil leukosit juga menunjukkan pola yang sejalan dengan maturasi sistem imun, yaitu proporsi limfosit yang relatif lebih tinggi pada hewan muda dan kecenderungan peningkatan proporsi neutrofil pada kelompok umur yang lebih tua. Parameter hematologi lainnya relatif stabil dan umumnya tidak berbeda berdasarkan jenis kelamin. Nilai SGPT, SGOT, urea, dan kreatinin tidak menunjukkan perbedaan signifikan baik antar kelompok umur ataupun jenis kelamin. Pada analisis korelasi, ditemukan korelasi kuat antara WBC dan neutrofil, RBC dengan HGB dan HCT, serta PLT dengan PCT. Parameter biokimia hanya berkorelasi lemah dengan parameter hematologi yang mengindikasikan bahwa indikator fungsi hati dan ginjal relatif tidak bergantung pada variasi hematologi pada hewan yang sehat secara klinis. Meskipun terdapat perbedaan asal geografis, latar belakang genetik, dan kondisi lingkungan, profil hematologi dan biokimia darah dalam penelitian ini secara umum menunjukkan pola yang serupa dengan populasi Macaca fascicularis dari wilayah lain. Adanya variasi kecil antar penelitian dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu, kondisi lingkungan, dan manajemen pemeliharaan, yang dapat memengaruhi aktivitas metabolik dan kondisi fisiologis. Temuan ini menegaskan pentingnya penetapan nilai referensi yang spesifik terhadap suatu populasi untuk meningkatkan akurasi interpretasi klinis dan pemanfaatannya dalam penelitian biomedis.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKarakterisasi Hematologi dan Biokimia Darah pada Macaca fascicularis di Penangkaran Ex Situ Indonesiaid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordmonyet ekor panjangid
dc.subject.keywordcynomolgus monkeyid
dc.subject.keywordpatologi klinisid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record