| dc.description.abstract | Macaca fascicularis merupakan salah satu spesies satwa primata yang banyak
digunakan sebagai hewan model dalam penelitian biomedis dan translasional karena
memiliki kedekatan filogenetik, kesamaan genetik, fisiologis, dan aktivitas biokimia
dengan manusia. Karakteristik genetik, lingkungan pemeliharaan, dan status kesehatan
hewan dapat memengaruhi validitas hasil penelitian. Profil hematologi dan biokimia
darah dapat digunakan untuk mengevaluasi status kesehatan, namun, data terkait
Macaca fascicularis asal Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
mengkarakterisasi profil hematologi dan biokimia darah Macaca fascicularis asal
Indonesia yang dipelihara dalam penangkaran ex situ terkontrol. Penelitian ini
menggunakan data dari 81 ekor Macaca fascicularis yang sehat secara klinis, yang
terdiri atas 72 ekor betina dan 9 ekor jantan. Parameter hematologi dan biokimia darah
dievaluasi dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk kelompok umur dan
Wilcoxon untuk jenis kelamin. Temuan ini mengindikasikan fungsi hati dan ginjal
relatif seragam.
Sebagian besar parameter hematologi Macaca fascicularis relatif konsisten pada
populasi penelitian. Beberapa parameter eritrosit menunjukkan adanya kecenderungan
terkait umur, yaitu MCV, MCH, dan RDW-CV. Profil leukosit juga menunjukkan pola
yang sejalan dengan maturasi sistem imun, yaitu proporsi limfosit yang relatif lebih
tinggi pada hewan muda dan kecenderungan peningkatan proporsi neutrofil pada
kelompok umur yang lebih tua. Parameter hematologi lainnya relatif stabil dan
umumnya tidak berbeda berdasarkan jenis kelamin. Nilai SGPT, SGOT, urea, dan
kreatinin tidak menunjukkan perbedaan signifikan baik antar kelompok umur ataupun
jenis kelamin. Pada analisis korelasi, ditemukan korelasi kuat antara WBC dan neutrofil,
RBC dengan HGB dan HCT, serta PLT dengan PCT. Parameter biokimia hanya
berkorelasi lemah dengan parameter hematologi yang mengindikasikan bahwa indikator
fungsi hati dan ginjal relatif tidak bergantung pada variasi hematologi pada hewan yang
sehat secara klinis.
Meskipun terdapat perbedaan asal geografis, latar belakang genetik, dan kondisi
lingkungan, profil hematologi dan biokimia darah dalam penelitian ini secara umum
menunjukkan pola yang serupa dengan populasi Macaca fascicularis dari wilayah lain.
Adanya variasi kecil antar penelitian dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu,
kondisi lingkungan, dan manajemen pemeliharaan, yang dapat memengaruhi aktivitas
metabolik dan kondisi fisiologis. Temuan ini menegaskan pentingnya penetapan nilai
referensi yang spesifik terhadap suatu populasi untuk meningkatkan akurasi interpretasi
klinis dan pemanfaatannya dalam penelitian biomedis. | |