| dc.description.abstract | Industri tekstil menghasilkan limbah pewarna yang berpotensi mencemari lingkungan sehingga diperlukan pengembangan proses pewarnaan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik ekstrak kayu secang pada berbagai pH serta pengaruh kationisasi menggunakan 3-kloro-2-hidroksipropil trimetilamonium klorida (CHPTAC) terhadap karakteristik kain rami. Kain dimodifikasi menggunakan CHPTAC tanpa perlakuan mercerisasi, kemudian diwarnai menggunakan ekstrak kayu secang pada pH 4, 6, dan 8. Karakterisasi meliputi retensi, FTIR, SEM-EDS, kekuatan tarik, serta parameter warna CIELAB dan ?E setelah 5 dan 10 kali pencucian. Hasil menunjukkan bahwa variasi pH memengaruhi karakteristik warna ekstrak, sedangkan kationisasi meningkatkan retensi hingga 19,45% tanpa menurunkan kekuatan tarik secara nyata (p > 0,05). Analisis FTIR dan SEM-EDS belum mengonfirmasi terbentuknya gugus amonium kuartener, namun perlakuan menghasilkan perubahan karakteristik warna dan ketahanan luntur kain. | |