Show simple item record

dc.contributor.advisorMasyud, Burhanuddin
dc.contributor.advisorSjaf, Sofyan
dc.contributor.authorHase, Putra Ramadhan Daeng
dc.date.accessioned2026-08-14T06:22:43Z
dc.date.available2026-08-14T06:22:43Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178776
dc.description.abstractDesa Datar Lebuay dan Desa Batu Tegi berada dalam Lanskap Batutegi serta berdekatan dengan Hutan Lindung Batutegi dan Bendungan Batu Tegi. Kedua desa memiliki karakter penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya, dan struktur kelembagaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur lanskap serta potensi keanekaragaman hayati, mengkaji struktur, peran, dan mekanisme kelembagaan lokal, serta merumuskan rekomendasi tata kelola pemanfaatan lanskap dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan berbasis pentahelix. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 melalui analisis spasial, survei lapangan, inventarisasi vegetasi, pengamatan burung dan mamalia menggunakan pendekatan Rapid Biodiversity Assessment, serta wawancara terhadap 15 informan. Data dianalisis menggunakan sistem informasi geografis, Indeks Nilai Penting, indeks komunitas, dan analisis deskriptif kualitatif. Luas hutan Desa Datar Lebuay menurun dari 9.345 ha atau 51,27% pada tahun 2021 menjadi 7.916 ha atau 43,43% pada tahun 2025, sedangkan luas perkebunan meningkat dari 3 ha atau 0,02% menjadi 2.191 ha atau 12,02%. Desa Batu Tegi tetap didominasi kebun campur, meskipun luasnya menurun dari 1.380 ha atau 73,25% menjadi 1.248 ha atau 66,25%. Mahoni memiliki INP tertinggi pada tingkat pohon di Desa Datar Lebuay sebesar 71,73%, sedangkan trembesi memiliki INP tertinggi pada tingkat pohon di Desa Batu Tegi sebesar 67,32%. Kopi memiliki peranan relatif terbesar pada tingkat pancang dengan INP sebesar 135,56% di Desa Datar Lebuay dan 130,56% di Desa Batu Tegi. Survei cepat mencatat 33 jenis burung dan 12 jenis mamalia di Desa Datar Lebuay serta 17 jenis burung dan 2 jenis mamalia di Desa Batu Tegi. Perbedaan tersebut menggambarkan hasil pengamatan selama periode survei dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan perbedaan kualitas habitat secara menyeluruh. Jenis bernilai konservasi yang tercatat meliputi julang emas, siamang, kukang, dan lutung mitra. Kelima unsur pentahelix telah teridentifikasi pada kedua desa, tetapi koordinasi, pembagian peran, pemanfaatan data ekologis, dan program bersama belum berjalan rutin. Komunitas menjadi aktor utama di Desa Datar Lebuay melalui perhutanan sosial dan wisata Air Terjun Tirai, sedangkan pemerintah berperan utama di Desa Batu Tegi melalui pengaturan akses, ruang pemanfaatan, dan keselamatan kawasan. Rekomendasi tata kelola diarahkan pada penguatan koordinasi, pembagian peran, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, dan perbaikan adaptif untuk mengembangkan kopi, madu, wisata alam, perikanan, jasa perahu, serta kegiatan pendidikan, penelitian, pemantauan, dan wisata ilmiah berbasis keanekaragaman burung dan mamalia. Nilai ekonominya belum dapat dihitung secara nominal karena keterbatasan data, sehingga pemanfaatannya perlu mengikuti prinsip perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan berkelanjutan.
dc.description.abstractDatar Lebuay and Batu Tegi Villages are located within the Batutegi Landscape near the Batutegi Protection Forest and Batutegi Dam. The two villages have different land-use characteristics, forms of resource utilization, and institutional structures. This study aimed to analyze landscape structure and biodiversity potential, examine the structure, roles, and mechanisms of local institutions, and formulate pentahelix-based recommendations for the sustainable governance of landscape and biodiversity utilization. The study was conducted from June to July 2025 through spatial analysis, field surveys, vegetation inventories, bird and mammal observations using the Rapid Biodiversity Assessment approach, and interviews with 15 informants. The data were analyzed using geographic information systems, the Importance Value Index, community indices, and qualitative descriptive analysis. The forest area in Datar Lebuay Village decreased from 9,345 ha, or 51.27%, in 2021 to 7,916 ha, or 43.43%, in 2025, while the plantation area increased from 3 ha, or 0.02%, to 2,191 ha, or 12.02%. Batu Tegi Village remained dominated by mixed gardens, although their area decreased from 1,380 ha, or 73.25%, to 1,248 ha, or 66.25%. Mahogany had the highest Importance Value Index at the tree stage in Datar Lebuay Village, at 71.73%, while rain tree had the highest value at the tree stage in Batu Tegi Village, at 67.32%. Coffee had the greatest relative role at the sapling stage, with an Importance Value Index of 135.56% in Datar Lebuay Village and 130.56% in Batu Tegi Village. The rapid survey recorded 33 bird species and 12 mammal species in Datar Lebuay Village, as well as 17 bird species and 2 mammal species in Batu Tegi Village. These differences represent observations made during the survey period and cannot be used to conclude overall differences in habitat quality. Species of conservation concern recorded during the survey included the wreathed hornbill, siamang, Sunda slow loris, and mitred langur. The five pentahelix elements were identified in both villages, but coordination, role distribution, the use of ecological data, and joint programs have not been conducted regularly. Communities are the primary actors in Datar Lebuay Village through social forestry and Tirai Waterfall tourism, while government plays the primary role in Batu Tegi Village through the regulation of access, utilization areas, and area safety. Governance recommendations focus on strengthening coordination, role distribution, activity implementation, monitoring, and adaptive improvement to develop coffee, honey, nature tourism, fisheries, boat services, as well as education, research, monitoring, and scientific tourism based on bird and mammal diversity. Their economic value could not be quantified in monetary terms because of limited data, so their utilization should follow the principles of protection, preservation, and sustainable utilization.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Keanekaragaman Hayati dan Tata Kelola Pemanfaatannya di Lanskap Desa Datar Lebuay dan Desa Batu Tegi, Provinsi Lampungid
dc.title.alternativeBiodiversity Potential and Its Utilization Governance in the Landscapes of Datar Lebuay and Batu Tegi Villages
dc.typeTesis
dc.subject.keywordagroforestriid
dc.subject.keywordkeanekaragaman hayatiid
dc.subject.keywordlanskap desaid
dc.subject.keywordPentahelixid
dc.subject.keywordtata kelolaid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record