Analisis Pola Pasok dan Karakteristik Kebutuhan Kayu IKM Kerajinan Ukir di Kabupaten Gianyar, Bali
Abstract
Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan ukir kayu merupakan sektor kreatif yang memanfaatkan hasil hutan kayu sebagai bahan baku. Namun, industri kerajinan kayu seringkali menghadapi ketidakpastian pasokan bahan baku kayu. Penelitian ini bertujuan memetakan pola pasok dan mendeskripsikan karakteristik kebutuhan kayu pada IKM kerajinan ukir kayu di Kabupaten Gianyar. Sebanyak 25 unit usaha dipilih menggunakan metode purposive sampling, kemudian diwawancarai secara semi struktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan trembesi menjadi jenis dominan yang digunakan, dengan harga bervariasi menurut diameter serta dominasi bagian gubal dan terasnya. Pola pasok teridentifikasi dalam tiga bentuk, yaitu jalur luar pulau (40%), jalur gabungan (36%), dan jalur lokal (24%), dengan jalur luar pulau paling banyak digunakan. Sebanyak 64% unit usaha pernah mengalami kendala pasokan, terutama akibat gangguan transportasi dan cuaca. Strategi adaptasi yang dilakukan adalah mencari pengepul alternatif. Temuan ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada jalur luar pulau meningkatkan kerentanan operasional unit usaha terhadap gangguan logistik. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi perajin maupun pemerintah daerah dalam memperkuat sistem distribusi dan diversifikasi bahan baku kayu. The small and medium sized enterprises (SMEs) in wood carving industry represent a creative sector that utilizes timber as its primary raw material. However, the wood craft industry often faces uncertain timber supplies. This study aims to map supply chain patterns and describe the characteristics of wood raw material requirements among wood carving SMEs in Gianyar Regency. The results showed rain tree wood is the dominant type used, with prices varying by diameter and proportion of sapwood and heartwood. Three supply patterns were identified: inter-island (40%), combined (36%), and local (24%) routes. A total of 64% of business units have experienced supply constraints, primarily due to transportation disruptions and weather conditions. The adaptation strategy used was to seek out alternative suppliers. These findings indicate that dependence on inter-island routes increases the operational vulnerability of business units to logistical disruptions. The study’s results can serve as input for business operators and local governments in strengthening distribution systems and diversifying timber raw materials sources.
Collections
- UF - Forest Management [3314]

