| dc.description.abstract | Globalisasi telah menjadi salah satu fenomena paling menentukan dalam
dinamika perekonomian dunia sejak awal abad ke-21. Integrasi lintas negara
melalui perdagangan, arus modal, dan mobilitas tenaga kerja menjadikan
pertumbuhan ekonomi tidak lagi ditentukan semata oleh faktor domestik,
melainkan juga oleh guncangan eksternal berskala global. Krisis finansial 2008–
2009 dan pandemi COVID-19 2020 menunjukkan bagaimana keterhubungan
antarnegara mempercepat transmisi krisis, sekaligus mempercepat proses
pemulihan melalui integrasi pasar dan kebijakan fiskal serta moneter. Namun, pola
pertumbuhan PDB dunia memperlihatkan heterogenitas yang tajam: negara
berpendapatan tinggi relatif lebih stabil, negara menengah cenderung fluktuatif, dan
negara berpendapatan rendah paling rentan terhadap volatilitas. Fenomena ini
menegaskan perlunya analisis komparatif untuk memahami bagaimana kanal-kanal
globalisasi bekerja secara berbeda pada tiap kelompok pendapatan negara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh globalisasi terhadap
pertumbuhan ekonomi dengan membedakan kelompok negara berdasarkan tingkat
pendapatan. Globalisasi dioperasionalisasikan melalui tiga kanal utama, yaitu
Foreign Direct Investment (FDI), remitansi, dan keterbukaan perdagangan, dengan
kualitas institusi sebagai variabel moderasi. Data panel lintas negara periode 2000–
2024 dari World Bank digunakan, dengan metode ekonometrika panel dan robust
standard errors untuk mengestimasi hubungan antar variabel. Hasil penelitian
menunjukkan adanya heterogenitas dampak globalisasi: FDI berkontribusi
signifikan pada negara berpendapatan menengah, remitansi lebih dominan pada
negara berpendapatan rendah, sementara keterbukaan perdagangan mempercepat
pertumbuhan tetapi meningkatkan kerentanan terhadap guncangan eksternal.
Moderasi kualitas institusi terbukti memperkuat pengaruh FDI dan keterbukaan
perdagangan, khususnya pada negara dengan kapasitas kelembagaan yang lebih
baik. Temuan ini menegaskan bahwa globalisasi tidak menghasilkan dampak
homogen, melainkan bergantung pada kanal integrasi dan kualitas institusi masingmasing
negar | |