| dc.contributor.advisor | Krisantini | |
| dc.contributor.advisor | Kurniawati, Ani | |
| dc.contributor.author | SHOLIHA, NABILA FAIRUZ | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-14T06:21:30Z | |
| dc.date.available | 2026-08-14T06:21:30Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178745 | |
| dc.description.abstract | Melati (Jasminum sambac) dan Gardenia (Gardenia jasminoides)
merupakan tanaman aromatik penghasil minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi
yang banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi.
Pengembangan kedua tanaman tersebut masih menghadapi kendala dalam
penyediaan bunga secara berkelanjutan serta terbatasnya informasi mengenai
teknik budidaya yang mampu meningkatkan produksi bunga dan kualitas minyak
atsiri. Salah satu teknik budidaya yang berpotensi meningkatkan percabangan dan
pembungaan adalah pinching. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan produksi dua kultivar bunga melati yaitu ‘Grand Duke of Tuscany’
dan ‘Emprit Bandar Arum’ serta Gardenia jasminoides ‘J.Ellis’ dengan perlakuan
pinching serta mendapatkan profil karakteristik minyak atsirinya. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Januari 2025 hingga Maret 2026 di Cosmax Smart Green
Farm, Cikabayan, Bogor, Jawa Barat, sedangkan analisis GCMS dilaksanakan di
Labkesda Jakarta. Penelitian melati menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap
Teracak (RKLT) dua faktor, yaitu kultivar dan perlakuan pinching (tanpa pinching
dan dengan pinching), dengan lima ulangan sehingga diperoleh 20 satuan
percobaan yang masing-masing terdiri dari 10 tanaman. Penelitian gardenia
menggunakan dua kultivar, yaitu Gardenia jasminoides ‘J. Ellis’ dan 'Kleim's
Hardy', namun karena kultivar 'Kleim's Hardy' tidak menghasilkan bunga selama
penelitian, maka analisis generatif dan minyak atsiri hanya dilakukan pada
kultivar ‘J. Ellis’. Pinching efektif memperbaiki arsitektur tanaman dan
meningkatkan pembungaan pada melati. Pinching pada melati 'Grand Duke of
Tuscany' dan 'Emprit Bandar Arum' menghasilkan tanaman yang lebih pendek,
namun meningkatkan jumlah cabang, lebar tajuk, jumlah daun, dan produksi
bunga sebesar 27–33% dibandingkan tanpa pinching. Analisis GC-MS
menunjukkan adanya senyawa volatil utama pada kedua kultivar melati yang
didominasi oleh linalool dan a-farnesene, serta beberapa senyawa minor lainnya.
Perlakuan pinching meningkatkan kandungan linalool sebesar 0,37–2,79% dan a
farnesene sebesar 0,18–0,55% dibandingkan tanpa pinching. Kultivar pada
gardenia berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, warna daun (L*, a*),
jumlah cabang primer, sekunder, tersier serta lebar tajuk tanaman. Perlakuan
pinching pada gardenia berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah
cabang primer, sekunder, tersier dan lebar tajuk, serta meningkatkan produksi
bunga sebesar 31%. Senyawa volatil utama pada gardenia meliputi golongan
terpenoid, benzenoid/fenilpropanoid, senyawa turunan asam lemak, dan indole.
Perlakuan pinching mengubah kandungan dan kelimpahan senyawa volatil yang
ditandai dengan penurunan beberapa terpenoid utama serta munculnya indole dan
oktil tiglat. Secara keseluruhan, pinching berpotensi diterapkan sebagai teknik
budidaya untuk meningkatkan produksi bunga sekaligus memengaruhi
karakteristik aroma pada tanaman melati dan gardenia. | |
| dc.description.abstract | Jasminum sambac (jasmine) and Gardenia jasminoides (gardenia) are
aromatic plants producing economically valuable essential oils that are widely
used in the perfume, cosmetics, and aromatherapy industries. The development of
these plants still faces challenges in ensuring a continuous flower supply and
limited information on cultivation techniques capable of improving flower
production and essential oil quality. One cultivation technique with the potential
to enhance branching and flowering is pinching. Therefore, this study aimed to
increase flower production in two jasmine cultivars, ‘Grand Duke of Tuscany’ and
‘Emprit Bandar Arum’, and Gardenia jasminoides ‘J. Ellis’ through pinching, as
well as to characterize their essential oil profiles. The study was conducted from
January 2025 to March 2026 at Cosmax Smart Green Farm, Cikabayan, Bogor,
West Java, Indonesia, while GC-MS analysis was performed at the Jakarta
Regional Health Laboratory (Labkesda Jakarta). The jasmine experiment
employed a two-factor randomized complete block design (RCBD), with cultivar
and pinching treatment (without pinching and with pinching) as the factors, with
five replications, resulting in 20 experimental units, each consisting of 10 plants.
The gardenia experiment involved two cultivars, Gardenia jasminoides ‘J. Ellis’
and ‘Kleim’s Hardy’. However, as ‘Kleim’s Hardy’ did not produce flowers
during the study period, generative and essential oil analyses were conducted only
on ‘J. Ellis’. Pinching effectively improved plant architecture and enhanced
flowering in jasmine. In both ‘Grand Duke of Tuscany’ and ‘Emprit Bandar
Arum’, pinching produced shorter plants but increased the number of branches,
canopy width, number of leaves, and flower production by 27–33% compared
with plants without pinching. GC-MS analysis identified major volatile
compounds in both jasmine cultivars, predominantly linalool and a-farnesene,
along with several minor compounds. Pinching increased linalool content by
0.37–2.79% and a-farnesene content by 0.18–0.55% compared with the non
pinched plants. In gardenia, cultivar significantly affected plant height, leaf color
(L* and a*), and the numbers of primary, secondary, and tertiary branches, as well
as canopy width. Pinching significantly affected plant height, the numbers of
primary, secondary, and tertiary branches, and canopy width, and increased flower
production by 31%. The major volatile compounds detected in gardenia belonged
to the terpenoid, benzenoid/phenylpropanoid, fatty acid-derived, and indole
groups. Pinching altered the composition and relative abundance of volatile
compounds, as indicated by reductions in several major terpenoids and the
appearance of indole and octyl tiglate. Overall, pinching has potential as a
cultivation technique for increasing flower production while influencing aroma
characteristics in jasmine and gardenia. | |
| dc.description.sponsorship | Cosmax Indonesia (Grant No. REG/RS/IPB/AGH/046/X/2024) | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | STUDI PEMBUNGAAN DAN KARAKTERISTIK MINYAK ATSIRI BUNGA MELATI DAN GARDENIA DENGAN PINCHING | id |
| dc.title.alternative | STUDY OF FLOWERING AND CHARACTERISTICS OF ESSENTIAL OILS FROM JASMINE AND GARDENIA FLOWERS WITH PINCHING | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | gardenia | id |
| dc.subject.keyword | melati | id |
| dc.subject.keyword | minyak atsiri | id |
| dc.subject.keyword | pinching | id |
| dc.subtype | Theses | |