Show simple item record

dc.contributor.advisorKarlinasari, Lina
dc.contributor.advisorDarmawan, I Wayan
dc.contributor.authorSETYANINGRUM, NANDITHA
dc.date.accessioned2026-08-14T04:53:48Z
dc.date.available2026-08-14T04:53:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178697
dc.description.abstractKayu jabon putih (Neolamarckia cadamba) memiliki kerapatan dan kekuatan relatif rendah sehingga memerlukan peningkatan mutu melalui mineralisasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh konsentrasi CaCl2 dan K2CO3 (0,5 dan 1,0 mol/L) terhadap sifat fisis, mekanis, ketahanan api, dan pemesinan kayu jabon putih hasil impregnasi bertahap, dengan kontrol sebagai pembanding. Nilai Weight Percent Gain (WPG), berat jenis, dan Anti-Swelling Efficiency (ASE) meningkat signifikan seiring naiknya konsentrasi, disertai penurunan kadar air. Modulus of Rupture (MOR) menurun signifikan, sedangkan Modulus of Elasticity (MOE) dan kekerasan tidak berubah nyata. Ketahanan api meningkat signifikan pada konsentrasi 1,0 mol/L dengan kehilangan berat menurun lebih dari separuh dibandingkan kontrol. Kekasaran permukaan serta cacat pemesinan juga menurun signifikan pada kayu termineralisasi. Mineralisasi CaCO3 terbukti meningkatkan stabilitas dimensi, ketahanan api, dan kualitas pemesinan kayu jabon putih, meskipun kekuatan lenturnya menurun.
dc.description.abstractWhite jabon (Neolamarckia cadamba) has relatively low density and strength, requiring quality improvement through mineralization. This study analyzed the effect of CaCl2 and K2CO3 concentrations (0.5 and 1.0 mol/L) on the physical, mechanical, fire resistance, and machining properties of white jabon wood following sequential impregnation, with untreated wood as control. Weight Percent Gain (WPG), specific gravity, and Anti-Swelling Efficiency (ASE) increased significantly with concentration, accompanied by decreased moisture content. Modulus of Rupture (MOR) decreased significantly, while Modulus of Elasticity (MOE) and hardness showed no significant change. Fire resistance improved significantly at 1.0 mol/L, with weight loss reduced by more than half compared to the control. Surface roughness and machining defects also decreased significantly in mineralized wood. CaCO3 mineralization was shown to improve the dimensional stability, fire resistance, and machining quality of white jabon wood, despite a reduction in bending strength.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Konsentrasi K2CO3 dan CaCl2 pada Pembentukan Kayu Mineralisasi Jabon Putih (Neolamarckia cadamba) terhadap Sifat Fisis, Mekanis, Uji Bakar, dan Pemesinan Kayuid
dc.title.alternativeEffect of K2CO3 and CaCl2 Concentration on Wood Mineralization Formation of White Jabon (Neolamarckia cadamba) on Physical, Mechanical, Combustion, and Machining Properties
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordketahanan apiid
dc.subject.keywordmineralisasi kayuid
dc.subject.keywordpemesinan kayuid
dc.subject.keywordstabilitas dimensiid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record