Show simple item record

dc.contributor.advisorMubarok, Mahdi
dc.contributor.advisorAlipraja, Irsan
dc.contributor.advisorKusumah, Sukma Surya
dc.contributor.authorArrasuli, Muhammad Haikal
dc.date.accessioned2026-08-14T04:52:58Z
dc.date.available2026-08-14T04:52:58Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178664
dc.description.abstractJabon (Neolamarckia cadamba) dan sengon (Falcataria falcata) merupakan jenis kayu cepat tumbuh yang banyak dimanfaatkan dalam industri kehutanan Indonesia karena memiliki pertumbuhan cepat, periode rotasi singkat, dan ketersediaan yang melimpah. Namun, kedua jenis kayu tersebut memiliki kekuatan mekanis yang relatif rendah, stabilitas dimensi yang kurang baik, serta ketahanan yang rendah terhadap organisme perusak kayu, sehingga membatasi pemanfaatannya sebagai bahan baku produk rekayasa, termasuk kayu lapis. Salah satu pendekatan yang berpotensi mengatasi keterbatasan tersebut adalah modifikasi kimia melalui proses furfurilasi menggunakan furfuril alkohol (FA). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh modifikasi FA pada konsentrasi 10%, 20%, dan 40% terhadap karakteristik kayu lapis yang direkatkan menggunakan perekat phenol formaldehyde (PF). Karakterisasi dilakukan terhadap sifat finir (solution uptake, weight percent gain, perubahan warna, leaching, kerapatan, pengembangan tebal, daya serap air, dan Fourier Transform Infrared spectroscopy (FTIR)) serta sifat kayu lapis (kadar air, kerapatan, keteguhan rekat, kerusakan kayu, delaminasi, morfologi, dan FTIR). Data dianalisis menggunakan rancangan acak faktorial dengan uji ANOVA dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi FA secara signifikan meningkatkan solution uptake (SU), weight percent gain (WPG), kerapatan pada konsentrasi 40%, dan menurunkan nilai pengembangan tebal, dan daya serap air. Hal ini menandakan keberhasilan penetrasi dan polimerisasi FA di dalam struktur kayu. Proses furfurilasi juga menyebabkan perubahan warna finir menjadi lebih gelap serta menurunkan nilai leaching, yang menunjukkan stabilitas kimia hasil modifikasi semakin baik. Pada kayu lapis, furfurilasi terbukti meningkatkan kerapatan seiring meningkatnya konsentrasi FA. Analisis mikroskopis dan FTIR mengonfirmasi bahwa polimer FA mengisi lumen dan sebagian dinding sel sehingga meningkatkan sifat hidrofobik kayu. Namun demikian, peningkatan konsentrasi FA juga menyebabkan penurunan keteguhan rekat karena berkurangnya penetrasi perekat PF akibat pori kayu yang semakin tertutup. Meskipun demikian, hampir seluruh sampel masih memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk keteguhan rekat serta menunjukkan nilai delaminasi yang sangat rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa kombinasi modifikasi furfuril alkohol dan perekat phenol formaldehyde mampu meningkatkan kualitas kayu lapis berbahan kayu cepat tumbuh, terutama dalam hal stabilitas dimensi dan ketahanan terhadap kelembaban. Konsentrasi 40% furfuril alkohol merupakan kondisi yang paling optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara peningkatan sifat fisis dan performa perekatan yang baik.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKARAKTERISTIK KAYU LAPIS BERBAHAN FINIR KAYU JABON (Neolamarckia cadamba) dan SENGON (Falcataria falcata) TERFURFURILASIid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordfurfurilasiid
dc.subject.keywordkayu cepat tumbuhid
dc.subject.keywordkayu lapisid
dc.subject.keywordphenol formaldehydeid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record