Pengaruh Pemberian Kalium Humat dan Tanah Kaya Klei terhadap Erapan Kalium dan Fosfor pada Tailing Timah
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Melawati, Lia
Hartono, Arief
Chahyahusna, Affan
Metadata
Show full item recordAbstract
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memegang peran sebagai pusat industri timah nasional. Walaupun demikian penambangan timah menghasilkan secara luas tailing yang merupakan sisa-sisa penambangan timah. Tailing penambangan timah memiliki tekstur pasir yang lepas dan tidak memiliki kemampuan menjerap harahara. Sampel tailing timah yang diambil dari lokasi tersebut memiliki kriteria kesuburan yang rendah ditandai jumlah fraksi pasir (>90%), klei rendah (3,75%), karbon organik sangat rendah (0,1%), KTK rendah sangat rendah (<1 cmol(+) kg-1), menyebabkan kemampuan tanah dalam menjerap hara seperti kalium (K) dan fosfor (P) menjadi terbatas. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya dan bertujuan mengevaluasi perubahan beberapa sifat kimia tanah dan mengevaluasi karakteristik erapan dengan persamaan Langmuir dan Freundlich setelah pemberian kalium humat dan tanah kaya klei. Analisis erapan dilakukan pada empat jenis perlakuan yaitu, tailing timah tanpa ameliorasi yang merupakan perlakuan tailing kontrol (A0K0), perlakuan 0% (b/b) kalium humat dan 20% (b/b) tanah kaya klei (A0K3), perlakuan 1,5% (b/b) kalium humat dan 0% (b/b) tanah kaya klei (A3K0), serta perlakuan kombinasi 1,5% (b/b) kalium humat dan 20% (b/b) tanah kaya klei (A3K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ameliorasi berpengaruh nyata terhadap peningkatan kulitas sifat fisikokimia tanah serta erapan K dan P. Perlakuan A0K3 nyata meningkatkan nilai klei dan KTK tanah dibandingkan tailing kontrol. Perlakuan A3K0 nyata meningkatkan nilai pH tanah, karbon (C)-organik dan KTK tanah dibandingkan tailing kontrol. Perlakuan A3K3 nyata meningkatkan nilai klei, pH tanah C-organik dan KTK. Erapan K tidak dapat disimulasikan dengan persamaan Langmuir akan tetapi dapat disimulasikan dengan persamaan Freundlich. Perlakuan A0K3 menghasilkan konstanta kapasitas erapan Freundlich (KF) 0,443 dan nilai n 0,744 yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tailing kontrol (A0K0) yang memiliki nilai KF 0,047 dan n 0,468 walau tidak nyata secara statistik. Erapan fosfor (P) dapat disimulasikan pada semua jenis perlakuan dengan persamaan Langmuir ataupun Freundlich. Simulasi dengan persamaan Langmuir menunjukkan bahwa perlakuan A0K3 dan A3K3 nyata secara statistik meningkatkan nilai kapasitas erapan maksimum (b) dan energi ikatan Langmuir (KL) dibandingkan perlakuan tailing kontrol. Perlakuan A0K3 menghasilkan nilai b dan KL yang paling tinggi yaitu, berturut-turut 250 (mg kg-1 ) dan 7,68 (L g-1 ). Untuk perlakuan kombinasi kalium humat dan tanah kaya klei (A3K3) memiliki nilai b yaitu, 194 (mg kg-1 ) dan KL dengan nilai 3,07 (L g-1 ) dan perlakuan tailing kontrol (A0K0) mempuyai nilai b yaitu, 78,9 (mg kg-1 ) dan nilai KL sebesar 0,99 (L g -1 ). Hasil ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi kalium humat dan tanah kaya klei meningkatkan pH tanah, C-organik tanah kadar klei tanah, KTK tanah dan meningkatkan kemampuan retensi tanah terhadap P. Untuk erapan atau retensi K pemberian tanah klei tanpa kombinasi dengan kalium humat memberikan hasil yang lebih baik.

