Laju Dekomposisi Bahan Organik dalam Teknik Lubang Resapan Berbasis Biopori (LRB) dan Pengaruhnya terhadap Jumlah Air yang Dapat Diserap
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
ASYIFA, NURUL
Indriyati, Lilik Tri
Purwakusuma, Wahyu
Metadata
Show full item recordAbstract
Air menjadi salah satu faktor pembatas pertumbuhan tanaman, terutama pada lahan pertanian yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air. Selain curah hujan, kemiringan lahan juga memengaruhi ketersediaan air, semakin besar kemiringan lahan semakin cepat air mengalir di permukaan tanah, sehingga volume air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang. Salah satu upaya menangani permasalahan ini yaitu dengan penerapan teknik lubang resapan berbasis biopori (LRB). LRB adalah lubang vertikal yang dibuat di dalam tanah dan diisi dengan bahan organik sehingga meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju dekomposisi brangkasan jagung manis dan limbah sayuran dengan variasi kedalaman LRB terhadap beberapa sifat kimia bahan organik yaitu pH, EC, C-organik, N-total, basa-basa tersedia (K, Na, Ca dan Mg) serta laju aliran permukaan. Penelitian dilakukan di petak erosi menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu perbedaan jenis bahan organik dan variasi kedalaman LRB, terdiri dari lima perlakuan masing-masing diulang sebanyak tiga kali yaitu pemberian bahan organik brangkasan jagung manis dan limbah sayuran dengan variasi kedalaman LRB 50 cm dan 100 cm serta tanpa LRB sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis bahan organik pada 4 MSA (Minggu Setelah Aplikasi) berpengaruh nyata terhadap nilai rasio C/N, brangkasan jagung manis memiliki rasio C/N yang tinggi sedangkan limbah sayuran memiliki rasio C/N yang rendah. Perbedaan perlakuan bahan organik (brangkasan jagung manis dan sisa sayuran) ini juga menetralkan pH bahan organik, menurunkan nilai EC, Na dan Ca serta meningkatkan nilai K dan Mg bahan organik. Adapun variasi kedalaman LRB tidak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia bahan organik. Perlakuan sisa sayuran pada kedalaman LRB 100 cm (BsD2) menjadi perlakuan yang memiliki resapan air tertinggi dengan rata-rata sebesar 1437,60 liter/petak dan volume resapan air ke dalam LRB tertinggi dengan rata-rata sebesar 3,03 liter/lubang. Water is one of the factors limiting plant growth, especially on farmland that relies on rainfall as its primary water source. In addition to rainfall, the slope of the land also affects water availability, the steeper the slope, the faster water flows over the soil surface, resulting in a decrease in the volume of water that seeps into the soil. One approach to addressing this issue is the implementation of biopore-based infiltration pits (LRB). LRB consists of vertical holes dug into the soil and filled with organic matter, which enhances the activity of soil microorganisms and improves the soil’s ability to absorb water. This study was conducted to determine the decomposition rates of sweet corn stalks and vegetable waste at varying LRB depths, as well as their effects on several chemical properties of organic matter, namely pH, EC, organic carbon, total nitrogen, available bases (K, Na, Ca, and Mg), and surface runoff rate. The study was conducted on erosion plots using a single-factor randomized block design (RBD) with two factors: different types of organic matter and variations in LRB depth. It consisted of five treatments, each replicated three times: application of sweet corn stalks and vegetable waste with LRB depths of 50 cm and 100 cm, and a control treatment without LRB. The results of the study show that differences in the types of organic matter at 4 MSA (Weeks After Application) had a significant effect on the C/N ratio; sweet corn stalks had a high C/N ratio, while vegetable waste had a low C/N ratio. These differences in organic material treatments (sweet corn stalks and vegetable waste) also neutralized the pH of the organic material, reduced the EC, Na, and Ca values, and increased the K and Mg values of the organic material. Variations in LRB depth, however, had no significant effect on the chemical properties of the organic matter. The treatment using vegetable scraps at a depth of 100 cm in the LRB (BsD2) resulted in the highest water infiltration rate, averaging 1,437.60 liters per plot, and the highest volume of water infiltrated into the LRB, averaging 3.03 liters per hole.

