Etnobotani Pangan Masyarakat Melayu Kampar Sekitar Kawasan Restorasi Ekosistem Riau Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan Riau
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
ADIMULIAWAN, AULIA MASHARI
Amzu, Ervizal
Metadata
Show full item recordAbstract
Semenanjung Kampar merupakan ekosistem gambut tropis penting di Riau yang menyimpan keanekaragaman tumbuhan pangan serta pengetahuan tradisional masyarakat Melayu Kampar yang belum banyak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi tumbuhan pangan, mendokumentasikan kearifan lokal pemanfaatannya, serta menganalisis persepsi masyarakat terhadap program Restorasi Ekosistem Riau (RER). Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi 138 spesies tumbuhan pangan dari 64 famili, didominasi oleh Myrtaceae dan Solanaceae. Habitus pohon mendominasi (40,58%), dengan sebagian besar spesies berasal dari budidaya (44%). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah buah (40,12%) dan umumnya dikonsumsi secara langsung (34,25%). Kearifan lokal masyarakat tercermin dalam praktik pemanfaatan dan konservasi tumbuhan pangan yang berkelanjutan. Masyarakat juga menunjukkan persepsi yang sangat positif terhadap program RER karena dinilai berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. The Kampar Peninsula is an important tropical peatland ecosystem in Riau that supports local food resources. However, the traditional knowledge of the Kampar Malay community regarding food plant utilization remains poorly documented. This study inventoried food plants, documented local wisdom, and analyzed community perceptions of the Riau Ecosystem Restoration (RER) program using interviews and descriptive qualitative methods. A total of 138 food plant species from 64 families were identified, dominated by Myrtaceae and Solanaceae. Trees were the dominant growth form (40.58%), fruits were the most utilized plant part (40.12%), and direct consumption was the main mode of use (34.25%). Local wisdom is reflected in customary conservation practices that support sustainable resource use. Community perceptions of the RER program were highly positive, as it is considered beneficial for both environmental conservation and community welfare.

