Pengembangan Desain Fasilitas Wisata di Wana Wisata Green Grass Cikole Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan fasilitas di Wana Wisata Green Grass Cikole melalui pendekatan ekowisata berkelanjutan. Menggunakan mixed methods, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner kepada 100 pengunjung serta 15 pengelola. Hasil evaluasi menunjukkan delapan fasilitas utama (pos tiket, parkir, jalur pejalan kaki, kandang rusa, tempat sampah, penunjuk arah, toilet, dan kios) dinilai buruk (persepsi negatif 94–95%) karena kurangnya fungsi, aksesibilitas, dan penerapan desain berkelanjutan. Gazebo diidentifikasi sebagai kebutuhan prioritas. Hasil penelitian berupa peta wisata terpadu dan rancangan fasilitas menggunakan konsep bangunan semi-permanen dengan material ramah lingkungan (baja ringan, GRC, dan UPVC), yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memperkuat keberlanjutan destinasi. This study aims to develop tourism facilities at Wana Wisata Green Grass Cikole using a sustainable ecotourism approach. Employing a mixed-methods approach, data were gathered through observations, in-depth interviews, literature reviews, and questionnaires involving 100 visitors and 15 managers. Evaluation results indicate that eight primary facilities (ticket booth, parking, pedestrian paths, deer enclosure, waste disposal, signage, toilets, and kiosks) are poorly rated (94–95% negative perception) due to inadequacies in functionality, accessibility, and sustainable design. Gazebos were identified as the primary priority. The outputs include an integrated tourism map and facility design concepts utilizing semi-permanent, eco-friendly materials (lightweight steel, GRC, and UPVC), aimed at enhancing visitor comfort and strengthening the destination's sustainability.
Collections
- UF - Ecotourism [359]

