Show simple item record

dc.contributor.authorSentioso, Joko
dc.date.accessioned2010-05-10T05:30:58Z
dc.date.available2010-05-10T05:30:58Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/17855
dc.description.abstractWilayah pesisir (pantai) mempunyai berbagai fungsi antara lain sebagai zona penyanggahuffer zune bagi binatang yang bermigrasi (ikan, udang dan burung), untuk mencari makan, berpijah, membesarkan anaknya, sebagai sumber pangan produktif bagi manusia, tambang mineral, ternpat pariwisata serta front pertahanan. Pantai juga berfungsi sebagai penampung limbah terakhir bagi kegiatan manusia di daratan. Pada akhir-akhir ini telah tejadi rnasalah pencemaran lingkungan yaug cukup liangat di Indonesia, terlebih lagi masalah pencemaran air. Pertambahan jumlah penduduk dan industri dapat membawa akibat bertambahnya beban pencemaran yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri, limbah domestik dan sampah-sampah. Menurut UNEP (1990), sebagian besar ( 80 %) beban pengganggu stabilitas ekosistem perairan (pencemaran) yang ditemukan di laut berasal dari kegiatan manusia di daratan. Bryan (1976) mengemukakan bahwa ada sekitar 18 jenis logam berat yang sangat penting ditinjau dari segi pencemaran. Dengan melihat kondisi yang ada perlu adanya pengetahuan dan pengelolaan dari ekosistem perairan agar potensi perairan dapat dimanfaatkan secara sinambung dan lestari. Untuk itu perlu pengetahuan kondisi dengan melihai parameter fisika dan kimia sebagai indikator dari keseimbangan ekosistem.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengarnh Kegiatan Industri Terhadap Pencemaran Logam Berat di Perairan Pantai Pulau Batamid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record