Analisis Persepsi Terhadap Partisipasi dan Perumusan Strategi Revitalisasi Kelompok Tani (Kasus: Kelompok Tani Sungai Palajau Desa Keban Agung, Kecamatan Kikim Selatan, Sumatera Selatan)
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Refwan, Dzakiy Ihsan
Pratama, Agief Julio
Situmeang, Widya Hasian
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelompok tani memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran, kerja
sama, dan pengembangan usaha tani. Kondisi Kelompok Tani Sungai Palajau
mengalami masa vakum dalam waktu yang cukup lama sehingga memengaruhi
pelaksanaan kegiatan dan keterlibatan anggota. Kelompok mulai aktif kembali pada
tahun 2025, tetapi partisipasi anggota masih menghadapi berbagai kendala.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami persepsi anggota terhadap
partisipasi sebagai dasar dalam merumuskan strategi revitalisasi kelompok tani.
Penelitian bertujuan menganalisis persepsi anggota terhadap partisipasi,
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi, serta merumuskan
strategi revitalisasi Kelompok Tani Sungai Palajau. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive
yang terdiri atas ketua kelompok, pengurus, anggota kelompok, penyuluh pertanian
lapangan, dan kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Perumusan strategi revitalisasi dilakukan menggunakan analisis SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota terhadap partisipasi pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi masih beragam.
Perbedaan persepsi dipengaruhi oleh kesempatan, kemauan, dan kemampuan
anggota dalam mengikuti kegiatan kelompok. Kegiatan kelompok yang belum
rutin, komunikasi yang belum optimal, serta keterbatasan pendampingan menjadi
faktor yang memengaruhi partisipasi anggota. Analisis SWOT menghasilkan
beberapa alternatif strategi revitalisasi yang berfokus pada penguatan kelembagaan,
peningkatan kapasitas anggota, optimalisasi peran penyuluh, serta pengembangan
program kelompok sesuai kebutuhan anggota.
Farmer groups play an important role as a medium for learning, cooperation,
and agricultural development. The Sungai Palajau Farmer Group experienced a
prolonged period of inactivity, which affected group activities and members'
participation. Although the group became active again in 2025, members'
participation continues to face several challenges. This condition highlights the
importance of understanding members' perceptions of participation as a basis for
formulating an appropriate farmer group revitalization strategy. This study aimed
to analyze members' perceptions of participation, identify factors influencing
participation, and formulate revitalization strategies for the Sungai Palajau Farmer
Group. This study employed a qualitative approach using a case study method.
Informants were selected purposively and consisted of the group leader,
management board, members, an agricultural extension worker, and the village
head. Data were collected through in-depth interviews, observation, and
documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and
Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing.
Revitalization strategies were formulated using SWOT analysis. The findings
indicate that members' perceptions of participation in planning, implementation,
benefit utilization, and evaluation varied among members. These perceptions were
influenced by members' opportunities, willingness, and capacities to participate in
group activities. Irregular group meetings, limited communication, and insufficient
extension support were identified as factors affecting participation. SWOT analysis
generated several revitalization strategies focusing on strengthening farmer group
institutions, improving members' capacity, optimizing the role of agricultural
extension workers, and developing programs that better address members' needs. Farmer groups play an important role as a medium for learning, cooperation,
and agricultural development. The Sungai Palajau Farmer Group experienced a
prolonged period of inactivity, which affected group activities and members'
participation. Although the group became active again in 2025, members'
participation continues to face several challenges. This condition highlights the
importance of understanding members' perceptions of participation as a basis for
formulating an appropriate farmer group revitalization strategy. This study aimed
to analyze members' perceptions of participation, identify factors influencing
participation, and formulate revitalization strategies for the Sungai Palajau Farmer
Group. This study employed a qualitative approach using a case study method.
Informants were selected purposively and consisted of the group leader,
management board, members, an agricultural extension worker, and the village
head. Data were collected through in-depth interviews, observation, and
documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and
Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing.
Revitalization strategies were formulated using SWOT analysis. The findings
indicate that members' perceptions of participation in planning, implementation,
benefit utilization, and evaluation varied among members. These perceptions were
influenced by members' opportunities, willingness, and capacities to participate in
group activities. Irregular group meetings, limited communication, and insufficient
extension support were identified as factors affecting participation. SWOT analysis
generated several revitalization strategies focusing on strengthening farmer group
institutions, improving members' capacity, optimizing the role of agricultural
extension workers, and developing programs that better address members' needs.

