Show simple item record

dc.contributor.advisorArief, Harnios
dc.contributor.authorIBRAHIM, MUHAMMAD KHADAFY MAULANA
dc.date.accessioned2026-08-13T06:08:25Z
dc.date.available2026-08-13T06:08:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178511
dc.description.abstractOrangutan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa yang terancam punah akibat degradasi dan fragmentasi habitat, termasuk di kawasan konsesi perkebunan. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran orangutan, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi persebarannya, serta menganalisis vegetasi dan potensi tumbuhan pakan di areal PT. United Agro Indonesia (PT. UAI), Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 menggunakan metode line transect, concentration count, analisis vegetasi, dan pengukuran mikroklimat. Hasil penelitian menunjukkan adanya 27 sarang dan 1 perjumpaan langsung orangutan yang terkonsentrasi di koridor Sungai Mangkatip dan hutan sekunder. Sebaran orangutan dipengaruhi oleh ketersediaan pakan, struktur vegetasi, aktivitas manusia, keberadaan primata lain, dan kondisi mikroklimat. Sebanyak 22 jenis tumbuhan pakan berhasil diidentifikasi, sedangkan analisis vegetasi mencatat 66 jenis tumbuhan dari 25 famili yang menunjukkan kondisi habitat masih mendukung keberadaan orangutan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya mempertahankan hutan sekunder dan koridor riparian sebagai habitat dan jalur pergerakan orangutan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSebaran Orangutan (Pongo pygmaeus) di Areal PT. United Agro Indonesia (PT. UAI) Kalimantan Tengahid
dc.title.alternativeDistribution of Orangutans (Pongo pygmaeus) in the PT. United Agro Indonesia (PT. UAI) Area in Central Kalimantan
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordhabitat orangutanid
dc.subject.keywordKalimantan Tengahid
dc.subject.keywordtumbuhan pakanid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record