Skripsi a.n Darren Choo Tuck Luen (B0401221814)
Date
2026Author
Luen, Darren Choo Tuck
Sutardi, Lina Noviyanti
Mayasari, Ni Luh Putu Ika
Metadata
Show full item recordAbstract
Fever is a common inflammatory response with potential adverse effects
when prolonged; plant-based antipyretics may offer safer alternatives to synthetic
drugs. This study assessed the antipyretic efficacy of a combined Moringa oleifera
and Cinnamomum burmannii infusion in peptone-induced fever in Rattus
norvegicus. A 100% stock infusion was prepared by boiling 40 g dried simplicia in
400 ml water and diluted to 10%, 20%, and 40% concentrations. Rats were
randomized into negative control, positive control (standard antipyretic), and three
treatment groups receiving respective dilutions by oral gavage. Rectal temperatures
were recorded at baseline, 15 minutes, and every 30 minutes up to 150 minutes.
Data were analyzed by one-way ANOVA with post-hoc tests (p < 0.05). Results
showed a dose-dependent antipyretic effect: 20% and 40% infusions produced
significant reductions in rectal temperature versus negative control. Demam adalah respons inflamasi umum dengan potensi efek samping jika
berkepanjangan; antipiretik berbasis tumbuhan dapat menjadi alternatif yang lebih
aman daripada obat sintetis. Studi ini bertujuan untuk menilai potensi sebagai
antipiretik dari infus gabungan Moringa oleifera dan Cinnamomum burmannii pada
demam yang diinduksi menggunakan pepton pada tikus (Rattus norvegicus). Infus
stok 100% disiapkan dengan merebus 40 g simplisia kering dalam 400 ml air dan
diencerkan hingga konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Tikus dikelompokkan dalam
kontrol positif (antipiretik standar), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima
pengenceran masing-masing melalui pemberian oral. Suhu rektal dicatat pada awal,
15 menit, dan setiap 30 menit hingga 150 menit. Data dianalisis dengan ANOVA
satu arah dengan uji post-hoc (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan efek
antipiretik yang bergantung pada dosis: infus 20% dan 40% menghasilkan
penurunan suhu rektal yang signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif.

