Pembuatan Konten dalam Mendukung Komunikasi Pemasaran Digital pada Instagram dan TikTok Agrowisata Desa Sukaresmi.
Abstract
Agrowisata Desa Sukaresmi merupakan destinasi wisata berbasis edukasi
yang memiliki potensi pada bidang pertanian, peternakan, alam, dan sejarah.
Meskipun memiliki daya tarik yang beragam, kegiatan promosi yang dilakukan
masih belum optimal sehingga potensi tersebut belum dikenal secara luas.
Pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi salah satu
upaya untuk mendukung komunikasi pemasaran digital dalam memperkenalkan
Agrowisata Desa Sukaresmi kepada masyarakat.
Proyek akhir ini bertujuan menjelaskan proses pembuatan konten oleh
content creator dalam mendukung komunikasi pemasaran digital Agrowisata Desa
Sukaresmi dengan pendekatan model AIDA, serta menganalisis penyesuaian
konten pada Instagram dan TikTok. Proyek dilaksanakan pada Februari hingga Mei
2026 menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung sebagai content creator.
Hasil proyek menunjukkan bahwa proses pembuatan konten dilakukan
melalui tiga tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra
produksi meliputi observasi lapangan, memahami content planning, dan
mengidentifikasi potensi visual. Tahap produksi dilakukan melalui pengambilan
foto dan video menggunakan teknik cinematic shot, close-up shot, dan format
vertikal. Selanjutnya, tahap pasca-produksi meliputi penyuntingan video,
penambahan voice over, musik latar, subtitle, hook, serta penyesuaian format
konten sesuai karakteristik platform.
Penyesuaian strategi konten menunjukkan bahwa Instagram lebih
difokuskan untuk membangun identitas visual destinasi melalui penyajian
informasi yang terstruktur dan tampilan yang konsisten, sedangkan TikTok
dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan audiens melalui video pendek yang
dinamis dan mengikuti tren. Perbedaan karakteristik kedua platform tersebut
memengaruhi proses produksi dan penyajian konten agar pesan yang disampaikan
lebih efektif.
Selama pelaksanaan proyek, content creator berperan dalam
mendokumentasikan potensi wisata, mengolah materi visual menjadi konten digital,
serta menyesuaikan hasil akhir dengan kebutuhan masing-masing platform. Secara
keseluruhan, proyek ini menunjukkan bahwa proses pembuatan konten yang
dilakukan secara sistematis mampu mendukung komunikasi pemasaran digital dan
membantu meningkatkan visibilitas Agrowisata Desa Sukaresmi melalui Instagram
dan TikTok.
Kata kunci: Agrowisata, content creator, Instagram, komunikasi pemasaran digital,
TikTok. Agrowisata Desa Sukaresmi is an educational tourism destination with potential in agriculture, livestock, nature, and historical attractions. Despite its diverse attractions, its promotional activities remain suboptimal, resulting in limited public awareness of its potential. The utilization of social media, particularly Instagram and TikTok, is one of the efforts to support digital marketing communication in introducing Agrowisata Desa Sukaresmi to a wider audience. This final project aims to describe the content creation process carried out by a content creator in supporting the digital marketing communication of Agrowisata Desa Sukaresmi using the AIDA model and to analyze content adaptation for Instagram and TikTok. The project was conducted from February to May 2026 using a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and direct practice as a content creator.
The results showed that the content creation process consisted of three stages: pre-production, production, and post-production. The pre-production stage included field observation, understanding the content planning process, and identifying visual potential. The production stage involved photo and video capturing using cinematic shots, close-up shots, and vertical formats. The post-production stage included video editing, voice-over addition, background music, subtitles, hooks, and content format adjustments based on the characteristics of each platform. Content strategy adaptation indicated that Instagram was primarily used to establish the visual identity of the destination through structured information and consistent visual presentation, while TikTok was utilized to expand audience reach through dynamic short-form videos that incorporated current trends. The different characteristics of the two platforms influenced the content production and presentation processes to ensure more effective message delivery.
Throughout the project, the content creator played a role in documenting the tourism potential, transforming visual materials into digital content, and adapting the final content to the requirements of each platform. Overall, the project demonstrates that a systematic content creation process can support digital marketing communication and contribute to increasing the visibility of Agrowisata Desa Sukaresmi through Instagram and TikTok.
Keywords: Agrowisata Desa Sukaresmi, content creator, digital marketing communication, Instagram, TikTok, AIDA model

