Implementasi Sistem Monitoring Kehadiran Otomatis Berbasis IoT Menggunakan Sensor Sidik Jari dan Kmaera
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Ramadhan, Ryan Putra
Wahjuni, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
PT MAE Abadi Evolusi mengalami inefisiensi pada pencatatan kehadiran
karyawan: pemindai sidik jari yang digunakan sering gagal baca, sedangkan
prosedur cadangan berupa pengiriman foto selfie melalui WhatsApp lambat
diverifikasi dan menyulitkan rekapitulasi data.
Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem absensi multifaktor berbasis Raspberry Pi 4 Model B yang menggabungkan sensor sidik jari
optik DFRobot SEN0188 dan pengenalan wajah melalui pustaka face_recognition
(embedding 128 dimensi, tolerance 0,5, margin 0,08), dilengkapi dashboard web
Flask dan basis data SQLite lokal. Citra wajah diambil paralel dengan pemindaian
sidik jari dan hanya diproses apabila sidik jari gagal dikenali. Pengujian mencakup
uji fungsionalitas dengan tujuh partisipan dan uji ketahanan pose kepala dengan
lima partisipan (255 percobaan).
Modul sidik jari mencapai tingkat keberhasilan 88,6% dengan latency ratarata 793 milidetik, sedangkan pengenalan wajah 80,0% dengan 240 milidetik; nilai
240 milidetik merupakan biaya pemrosesan tambahan karena citra wajah telah
diperoleh secara paralel, bukan waktu akuisisi hingga pengenalan dari kondisi awal.
Skema multi-faktor mencapai keberhasilan absensi 100% karena seluruh tujuh
partisipan tetap dapat absen meski salah satu modul gagal. Uji ketahanan pose
kepala menghasilkan keberhasilan agregat 55,3% tanpa satu pun false accept.
Sistem berhasil diimplementasikan dan berjalan otomatis; pendekatan multifaktor terbukti meningkatkan keberlangsungan autentikasi dibandingkan modalitas
tunggal. PT MAE Abadi Evolusi experienced inefficiencies in employee attendance
recording: the fingerprint scanner in use frequently failed to read, while the backup
procedure of sending selfie photos through WhatsApp was slow to verify and hard
to consolidate.
This study designed and implemented a multi-factor attendance system on a
Raspberry Pi 4 Model B, combining a DFRobot SEN0188 optical fingerprint sensor
with face recognition via the face_recognition library (128-dimensional
embeddings, tolerance 0.5, margin 0.08), with a Flask web dashboard and a local
SQLite database. The facial image is captured in parallel with the fingerprint scan
and processed only when the fingerprint fails. Testing covered functionality (seven
participants) and head pose robustness (five participants, 255 trials).
The fingerprint module achieved 88.6% success at an average latency of 793
milliseconds, and face recognition 80.0% at 240 milliseconds; the latter is the
incremental processing cost, because the image had already been acquired in
parallel, not the acquisition-to-recognition time from an idle state. The multi-factor
scheme achieved 100% attendance success, as all seven participants could still
record attendance when one module failed. Head pose robustness testing produced
an aggregate 55.3% with no false accept.
The system was implemented successfully and runs automatically; the multifactor approach improved authentication continuity over a single modality.

