| dc.contributor.advisor | Riyadi, Hadi | |
| dc.contributor.advisor | Khomsan, Ali | |
| dc.contributor.advisor | Baliwati, Yayuk Farida | |
| dc.contributor.author | Yunianto, Andi Eka | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-11T08:49:53Z | |
| dc.date.available | 2026-08-11T08:49:53Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178295 | |
| dc.description.abstract | Food waste (FW) adalah salah satu tantangan terbesar dalam mencapai pola makan yang sehat dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan ke-12 yang berkaitan dengan produksi dan konsumsi. Lingkungan sekolah, khususnya di boarding school, dapat menjadi salah satu penyebab potensi terjadinya FW. Hal ini disebabkan oleh pola konsumsi remaja yang belum optimal, minimnya kesadaran akan nilai-nilai pangan, serta kurangnya strategi intervensi yang efektif sehingga diperlukan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan kualitas diet sekaligus menurunkan FW. Nudging merupakan salah satu bentuk intervensi dalam merurubah perilaku makan remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi nudging terhadap kualitas diet dan FW pada siswa boarding school. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi, asupan zat gizi, kebiasaan makan, kualitas diet, dan FW siswa boarding school; menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas diet dan FW; mengembangkan strategi dan media nudging yang sesuai dengan karakteristik remaja; serta mengevaluasi efektivitas intervensi nudging dalam meningkatkan kualitas diet dan menurunkan FW. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media nudging yang dirancang berdasarkan mediator perubahan perilaku dan diaplikasikan secara langsung pada sistem penyelenggaraan makanan boarding school.
Penelitian ini dibagi menjadi desain dua tahap yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2025 di 4 SMA boarding school di Kabupaten Lampung Timur. Tahap pertama adalah studi formatif yang menggunakan desain cross-sectional untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kualitas diet, food waste (FW), serta faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan siswa sedangkan tahap kedua merupakan penelitian intervensi dengan desain Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang berusia 15 hingga 17 tahun yang tinggal di asrama dan mendapatkan makanan dari kantin sekolah. Pada studi formatif, jumlah subjek yang diteliti 153 siswa sedangkan pada tahap intervensi terdapat kelompok kontrol dan kelompok nudging yang terdiri masing-masing kelompok 40 siswa. Intervensi nudging dilaksanakan selama dua bulan dengan penerapan arsitektur pilihan. Beberapa cara yang digunakan termasuk cara pengaturan tata letak makanan, penyajian sayuran lebih awal, penggunaan mangkuk standar yang menarik (smiley healthy bowl), serta media edukasi berupa poster yang telah di validasi.
Data karakteristik sosiodemografi siswa diperoleh menggunakan kuesioner dengan wawancara. Data kualitas diet dievaluasi dengan menggunakan Healthy Eating Index (HEI) 2015, sementara FW diukur melalui metode penimbangan makanan. Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk menganalisis faktor yang berhuungan dengan kualitias diet dan FW remaja. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial, termasuk uji paired t-test, independent t-test, serta Analysis of Covariance (ANCOVA) untuk mengendalikan variabel perancu seperti usia, jenis kelamin, jenis sekolah, uang saku, dan skor baseline.
Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, kualitas pola makan siswa umumnya masih rendah. Hal ini terutama terlihat dalam konsumsi sayur, buah, dan produk susu yang kurang. Kontribusi FW didominasi oleh makanan makanan pokok dan sayur. Setelah dilakukannya intervensi, kelompok nudging menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam kualitas diet dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,001) sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan (p=0,147). Hasil analisis ANCOVA mengonfirmasi bahwa intervensi nudging merupakan prediktor paling dominan terhadap peningkatan kualitas diet (p<0,001). Hal yang sama juga terjadi pada kelompok nudging mengalami penurunan FW yang jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p=0,000). Analisis ANCOVA menunjukkan bahwa nudging berpengaruh signifikan terhadap FW (p<0,001).
Secara konseptual, temuan dari penelitian ini mendukung teori nudge yang mengemukakan bahwa penyesuaian kecil dalam lingkungan siswa secara otomatis memengaruhi perilaku individu tanpa perlu adanya paksaan. Nudging terbukti mampu meningkgurangi FW. Ini juga menunjukkan bahwa efek nudging bersifat universal dan tidak terpengaruh oleh perbedaan dalam karakteristik demografis, sehingga memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas.
Implikasi penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa nudging merupakan strategi pendidikan gizi yang efektif untuk meningkatkan kualitas diet dan mengurangi FW pada remaja. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan bagi sekolah dan para pembuat kebijakan dalam merancang regulasi pengelolaan makanan yang berfokus pada choice architecture untuk mendukung kesehatan serta keberlanjutan pangan. Dengan demikian, intervensi nudging memiliki potensi untuk menjadi solusi yang strategis, hemat biaya, dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pangan sekolah yang sehat dan ramah lingkungan. | |
| dc.description.abstract | Food waste (FW) is one of the greatest challenges in achieving healthy and sustainable dietary patterns, as well as in supporting the attainment of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 12, which focuses on responsible production and consumption. The school environment, especially in boarding schools, can be a significant contributor to the potential occurrence of food waste. This condition is influenced by suboptimal dietary habits among adolescents, limited awareness of food values, and the lack of effective intervention strategies. Therefore, innovative approaches are needed to improve diet quality while simultaneously reducing food waste. Nudging is one form of intervention that can be applied to influence and modify adolescents’ eating behaviors.
This study aims to analyze the effect of nudging interventions on diet quality and food waste (FW) among boarding school students. Specifically, the study seeks to identify the sociodemographic characteristics, nutrient intake, eating habits, diet quality, and food waste of boarding school students; to analyze factors influencing diet quality and food waste; to develop nudging strategies and media that are appropriate to adolescent characteristics; and to evaluate the effectiveness of nudging interventions in improving diet quality and reducing food waste. The novelty of this study lies in the development of nudging media designed based on behavioral change mediators and directly applied within the food service system of boarding schools.
This study employed a two-stage design conducted from January to May 2025 in four senior high school boarding schools in East Lampung Regency. The first stage was a formative study using a cross-sectional design to obtain an initial overview of diet quality, food waste (FW), and factors influencing students’ eating patterns, while the second stage was an intervention study using a Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT) design. The study subjects were students aged 15–17 years who lived in dormitories and received meals from the school canteen. In the formative study, 153 students were included, whereas in the intervention stage there were a control group and a nudging group, each consisting of 40 students. The nudging intervention was implemented over a two-month period through the application of choice architecture, including food layout arrangements, serving vegetables first, the use of attractive standard bowls (smiley healthy bowls), and validated educational media in the form of posters.
Data on students’ sociodemographic characteristics were collected using a questionnaire administered through interviews. Diet quality was assessed using the Healthy Eating Index (HEI) 2015, while food waste (FW) was measured using the food weighing method. Multiple linear regression analysis was conducted to examine factors associated with adolescents’ diet quality and food waste. Data analysis was performed using both descriptive and inferential approaches, including paired t-tests, independent t-tests, and Analysis of Covariance (ANCOVA) to control for potential confounding variables such as age, sex, type of school, pocket money, and baseline scores.
The study found that prior to the intervention, students’ overall diet quality was generally low, particularly with respect to insufficient consumption of vegetables, fruits, and dairy products. The contribution to food waste was predominantly from staple foods and vegetables. Following the intervention, the nudging group demonstrated a significant improvement in diet quality compared with the control group (p < 0.001), whereas no significant change was observed in the control group (p=0,147). ANCOVA results confirmed that the nudging intervention was the most dominant predictor of improved diet quality (p < 0.001). Similarly, the nudging group experienced a substantially greater reduction in food waste than the control group (p=0.000). ANCOVA analysis further indicated that nudging had a significant effect on food waste (p < 0.001).
Conceptually, the findings of this study support nudge theory, which posits that small adjustments in the environment can automatically influence individual behavior without coercion. Nudging was shown to effectively reduce food waste. These results also suggest that the effects of nudging are universal and not influenced by differences in demographic characteristics, indicating strong potential for broad application.
The implications of this study provide empirical evidence that nudging is an effective nutrition education strategy for improving diet quality and reducing food waste among adolescents. Practically, these findings can serve as a foundation for schools and policymakers in designing food management regulations that emphasize choice architecture to promote health and food sustainability. Thus, nudging interventions have the potential to become a strategic, cost-effective, and sustainable solution for supporting healthy and environmentally friendly school food systems. | |
| dc.description.sponsorship | Beasiswa Pendidikan Indonesia | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh Intervensi Nudging terhadap Kualitas Diet dan Food Waste pada Siswa Boarding School | id |
| dc.title.alternative | The Effect of Nudging Intervention on Diet Quality and Food Waste in Boarding School Students | |
| dc.type | Disertasi | |
| dc.subject.keyword | boarding school | id |
| dc.subject.keyword | food waste | id |
| dc.subject.keyword | diet quality | id |
| dc.subject.keyword | food waste | id |
| dc.subject.keyword | Nudging | id |
| dc.subtype | Dissertations | |