| dc.contributor.advisor | Damar, Ario | |
| dc.contributor.advisor | Purnamadewi, Yeti Lis | |
| dc.contributor.advisor | Pertiwi, Setyo | |
| dc.contributor.advisor | Wahyudin, Yudi | |
| dc.contributor.author | Riadi, Septa | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-11T07:55:41Z | |
| dc.date.available | 2026-08-11T07:55:41Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178279 | |
| dc.description.abstract | Wilayah pesisir merupakan sistem sosial-ekologi yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial yang saling berinteraksi. Di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus, pembangunan industri, peningkatan aktivitas perikanan, serta perubahan penggunaan lahan telah menimbulkan tekanan terhadap ekosistem pesisir yang ditandai oleh degradasi mangrove, penurunan kualitas perairan, dan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya perikanan. Pengelolaan yang masih bersifat sektoral menyebabkan hubungan antara aspek ekologi, bioekonomi, kelembagaan, dan kebijakan belum terintegrasi secara memadai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu strategi pengelolaan pesisir terpadu dan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan kepentingan konservasi ekosistem dengan pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi ekosistem pesisir dan nilai jasa ekosistem di Teluk Semangka; (2) menganalisis kondisi bioekonomi perikanan dan potensi dampak pembangunan industri terhadap keberlanjutan sumber daya; (3) menganalisis pengaruh variabel strategis dan peran aktor dalam pengelolaan pesisir; serta (4) menyusun model dan strategi pengelolaan kawasan pesisir terpadu dan berkelanjutan berbasis bioekonomi.
Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengintegrasikan analisis spasial berbasis Google Earth Engine untuk pemetaan ekosistem, analisis kualitas perairan, valuasi jasa ekosistem menggunakan pendekatan Effect on Production, analisis bioekonomi perikanan, analisis MICMAC untuk mengidentifikasi variabel strategis, analisis MACTOR untuk mengevaluasi hubungan antar pemangku kepentingan, serta pemodelan System Dynamics untuk mensimulasikan berbagai skenario kebijakan hingga tahun 2045.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Teluk Semangka mengalami tekanan akibat penurunan luas mangrove, pencemaran perairan yang didominasi oleh fosfat, dan meningkatnya tekanan pemanfaatan sumber daya perikanan. Analisis bioekonomi menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan memerlukan pengendalian upaya penangkapan dan peningkatan kualitas habitat agar keberlanjutan sumber daya tetap terjaga. Analisis MICMAC mengidentifikasi sejumlah variabel penggerak utama yang memengaruhi keberhasilan pengelolaan, sedangkan analisis MACTOR menunjukkan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam implementasi kebijakan. Simulasi System Dynamics menunjukkan bahwa skenario pengelolaan bioekonomi terpadu yang mengombinasikan rehabilitasi habitat, pengendalian pencemaran, pengendalian upaya penangkapan, dan penguatan kelembagaan menghasilkan kondisi terbaik dalam meningkatkan biomassa ikan, menjaga keberlanjutan ekosistem, meningkatkan pendapatan nelayan, dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka pengelolaan pesisir berbasis sistem sosial-ekologi yang mengintegrasikan perubahan ekosistem, kualitas lingkungan perairan, valuasi jasa ekosistem, bioekonomi perikanan, analisis variabel strategis, analisis aktor, dan simulasi kebijakan jangka panjang ke dalam satu model pengambilan keputusan. Model ini menghasilkan strategi pengelolaan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek ekologis dan ekonomi secara simultan, tetapi juga memperhatikan dinamika kelembagaan serta interaksi antarpemangku kepentingan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pesisir Teluk Semangka perlu dilakukan secara terpadu melalui pengendalian pencemaran, rehabilitasi ekosistem pesisir, pengelolaan perikanan berbasis bioekonomi, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta implementasi kebijakan adaptif berbasis hasil simulasi sistem dinamik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan di Teluk Semangka maupun di wilayah pesisir lain yang memiliki karakteristik serupa. | |
| dc.description.abstract | Coastal areas are complex social-ecological systems that provide essential ecological, economic, and social functions. However, rapid coastal development, increasing industrial activities, intensive fisheries exploitation, and land-use changes have intensified environmental pressures on many coastal regions in Indonesia. Teluk Semangka, Tanggamus Regency, Lampung Province, is experiencing similar challenges, including mangrove degradation, declining water quality, increasing pollution, and growing pressure on fisheries resources. These conditions indicate that sectoral management approaches are no longer sufficient to balance ecosystem sustainability, economic development, and community welfare. Therefore, an integrated and sustainable coastal management strategy based on bioeconomics is urgently needed.
This study aimed to: (1) assess the condition of coastal ecosystems and ecosystem service values in Teluk Semangka; (2) analyze the bioeconomic status of capture fisheries and the potential impacts of industrial development on resource sustainability; (3) identify strategic variables and stakeholder interactions influencing coastal management; and (4) develop an integrated and sustainable bioeconomics-based coastal management strategy.
A mixed-method approach was employed by integrating spatial analysis using Google Earth Engine, water quality assessment, ecosystem service valuation based on the Effect on Production approach, bioeconomic analysis of capture fisheries, MICMAC analysis for identifying strategic variables, MACTOR analysis for stakeholder assessment, and System Dynamics modeling to simulate long-term policy scenarios through 2045.
The results indicate that the coastal ecosystem of Teluk Semangka is under increasing pressure due to mangrove degradation, elevated phosphate pollution, and intensive utilization of fisheries resources. The bioeconomic analysis demonstrates that sustainable fisheries management requires both fishing effort control and habitat improvement to maintain fish stock productivity. MICMAC analysis identified the key driving variables affecting sustainable coastal management, while MACTOR analysis revealed that stakeholder collaboration plays a decisive role in policy implementation. Furthermore, the System Dynamics simulation shows that an integrated management scenario combining pollution control, habitat rehabilitation, sustainable fishing effort regulation, and institutional strengthening provides the most favorable outcomes by increasing fish biomass, improving fishermen's income, maintaining ecosystem quality, and supporting regional economic growth simultaneously.
The novelty of this research lies in the development of an integrated social-ecological coastal management framework that combines ecosystem change analysis, ecosystem service valuation, fisheries bioeconomics, strategic variable analysis, stakeholder analysis, and long-term policy simulation within a single decision-support model. Unlike previous studies that generally examined these components separately, this research integrates ecological, economic, institutional, and policy dimensions into a dynamic framework capable of evaluating long-term policy impacts under different management scenarios.
This study concludes that sustainable coastal management in Teluk Semangka cannot be achieved through sectoral policies alone. Instead, integrated bioeconomic management supported by ecosystem rehabilitation, pollution control, fisheries management, and collaborative governance provides a more effective basis for achieving ecological sustainability, economic efficiency, and social welfare. The proposed framework offers practical guidance for evidence-based coastal policy and can be adapted to other coastal regions facing similar environmental and development challenges. | |
| dc.description.sponsorship | Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Pusat Pembiayaan dan Asessment Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kolaborasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Strategi Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu dan Berkelanjutan Berbasis Bioekonomi di Teluk Semangka Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung | id |
| dc.title.alternative | An Integrated and Sustainable Bioeconomy-Based Coastal Area Management Strategy for Teluk Semangka, Tanggamus Regency, Lampung Province, Indonesia | |
| dc.type | Disertasi | |
| dc.subject.keyword | bioeconomics | id |
| dc.subject.keyword | ecosystem services | id |
| dc.subject.keyword | integrated coastal management | id |
| dc.subject.keyword | system dynamics | id |
| dc.subject.keyword | Teluk Semangka Bay | id |
| dc.subtype | Dissertations | |