Pengaruh Aplikasi Biochar diperkaya Bakteri Pelarut Fosfat terhadap Ketersediaan P pada Andisol dan Ultisol
Abstract
Fosfor (P) merupakan unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman, tetapi ketersediaannya pada tanah masam seperti Andisol dan Ultisol umumnya rendah akibat fiksasi oleh mineral amorf serta oksida aluminium (Al) dan besi (Fe). Bakteri pelarut fosfat (BPF) berpotensi meningkatkan ketersediaan P, tetapi efektivitasnya di lapangan sering terkendala oleh rendahnya viabilitas bakteri. Biochar berpotensi digunakan sebagai bahan pembawa (carrier) BPF karena memiliki karakteristik fisik dan kimia yang mendukung keberlangsungan hidup mikroba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan biochar bambu dan biochar limbah ekstrak bromelin (LEB) sebagai carrier BPF dalam mempertahankan viabilitas dan aktivitas bakteri serta meningkatkan ketersediaan P dan pertumbuhan tanaman pada Andisol dan Ultisol. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2024–Juli 2025 melalui percobaan laboratorium dan rumah kaca. Tahap laboratorium meliputi isolasi, uji keamanan, identifikasi molekuler, dan pengujian kemampuan pelarutan fosfat BPF, serta pengujian viabilitas dan aktivitas bakteri pada biochar selama penyimpanan. Percobaan rumah kaca menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan faktor jenis biochar, jenis tanah, dan dosis pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh tiga isolat BPF, yaitu Burkholderia territorii SS27, Bacillus sp. VPS11, dan Burkholderia multivorans APB. Ketiga isolat aman berdasarkan uji hipersensitivitas dan hemolisis, sedangkan B. multivorans APB memiliki kemampuan pelarutan fosfat tertinggi sebesar 597,14 ppm. Biochar bambu dan LEB mampu mempertahankan viabilitas BPF selama delapan minggu penyimpanan, dengan biochar bambu secara umum lebih efektif mempertahankan populasi bakteri. Kombinasi biochar dan BPF meningkatkan fosfat terlarut, dengan perlakuan biochar LEB yang diinokulasi B. multivorans APB menghasilkan nilai tertinggi sebesar 158,42 ppm. Pada percobaan rumah kaca, biochar diperkaya Bacillus sp. meningkatkan populasi BPF, ketersediaan P, serta pertumbuhan tanaman sawi, terutama tinggi tanaman dan jumlah daun. Biochar LEB memberikan respons pertumbuhan terbaik, sedangkan Ultisol menghasilkan berat kering tanaman lebih tinggi dibandingkan Andisol. Dosis pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Secara keseluruhan, biochar bambu dan LEB berpotensi sebagai carrier BPF yang efektif untuk meningkatkan ketersediaan P dan pertumbuhan tanaman, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai teknologi pupuk hayati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan pada tanah dengan fiksasi P tinggi.
Collections
- MF - Agriculture [4087]

