Pola Pelepasan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium pada Pupuk NPK-Zeolit dengan Metode Inkubasi
Abstract
Ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) merupakan faktor
penting yang menentukan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Pupuk NPK
konvensional umumnya melepaskan hara secara cepat, sehingga efisiensinya
rendah akibat pencucian, volatilisasi, dan fiksasi di dalam tanah. Pemanfaatan zeolit
sebagai matriks pupuk lepas lambat berpotensi mengendalikan pelepasan hara dan
mempertahankan ketersediaannya dalam tanah. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi dinamika pelepasan N-amonium (N-NH4?), N-nitrat (N-NO3?), Ptersedia,
dan K-tersedia, dan pengaruhnya terhadap pH dan daya hantar listrik
(electrical conductivity/EC) tanah, serta menentukan formulasi NPK-zeolit terbaik
selama 24 minggu inkubasi. Penelitian menggunakan tanah Latosol dengan
limaperlakuan, yaitu NPK konvensional 15-15-15 dan empat formulasi NPK-zeolit:
15-15-15, 12-12-12, 15-13-17, dan 17-13-15, masing-masing pada dosis setara 1
ton ha?¹. Pengamatan dilakukan pada minggu ke-1, 2, 3, 4, 6, 8, 10, 12, 16, 20, dan
24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi N-NH4? secara umum
menurun seiring waktu inkubasi, sedangkan N-NO3?, P-tersedia, K-tersedia, dan EC
tanah cenderung meningkat. Pola tersebut menunjukkan terjadinya nitrifikasi,
pelepasan fosfor secara bertahap, dan pertukaran kation K? pada zeolit. Penurunan
pH tanah berkaitan dengan pembentukan ion H? selama nitrifikasi, sedangkan
peningkatan EC mencerminkan bertambahnya konsentrasi ion hara terlarut.
Berdasarkan kestabilan dan keseimbangan pelepasan hara serta perubahan sifat
kimia tanah, formulasi NPK-zeolit 12-12-12 (A2) merupakan formulasi terbaik.
Formulasi ini mampu mempertahankan ketersediaan N, P, dan K secara lebih
bertahap dan stabil selama masa inkubasi, sehingga berpotensi meningkatkan
efisiensi pemupukan dan mengurangi kehilangan hara dalam tanah.

